Kamis, 21 Oktober 2010
di kamar kost ku yang hening
baru saja ditelpon oleh seorang yang teramat kusayangi karena Allah
Awalnya, aku mulai putus asa. Kehidupan baru ini membuat jiwaku serasa meronta, melawan tanpa daya. Semua mulai tak terkendali dan aku yang dulu perlahan pergi. Diri ini serasa bukan milikku lagi. Melihat begitu banyak hal 'aneh' yang terjadi bertubi-tubi dan dianggap 'lumrah' disini, aku mulai resisten, resisten atas semua keanehan itu dan yah, biasa saja. Hidupku ini serasa tak berbentuk lagi, tidur di siang hari saat seharusnya aku melahap nikmat semua ilmu dan terbangun di malam hari untuk kemudian tergesa mempersiapkan diri. belajar di saat seharusnya aku terlelap dalam mimpi, dan bermimpi di saat seharusnya aku belajar.
Aku benci begini. Aku ingin kembali. menjadi diriku yang dulu lagi. menjadi selalu lebih baik dikemudian hari. Aku benci dan mulai meragukan semua ini. Meragukan apakah keputusan yang kubuat ini adalah mimpi yang pada realitanya, tak seharusnya kumiliki??aku sendiri pun tak mengerti. Aku ragu apakah aku dapat bertahan begini bila terus sendiri??
Namun, hikmah itu datang dari seorang yang teramat kusayangi karena Allah
sosok luar biasa yang lebih muda dariku, namun sesungguhnya bersikap jauh lebih dewasa dibanding aku..
sosok indah yang terlihat lebih halus perasaannya, namun sesungguhnya ia lah yang selalu menguatkanku...
sosok yang sangat kusyukuri kehadirannya dalam hidupku
terima kasih saudariku, atas hadirmu, dan atas sebuah KALIMAT yang pada akhirnya selalu dapat membuat aku yakin, bahwa diri ini akan selalu berdiri lagi setelah jatuh berulang-ulang dan bertahan lagi setelah kalah berkali-kali...
sebuah kalimat,
"Apapun yang terjadi, bagaimanapun pendapat orang lain, aku tetap bangga sama kamu"
anauhibbukafiLLah ukhti
Juga untuk saudari-saudariku yang lain. terima kasih untuk warna kalian yang indah, dalam lukisan kehidupanku ini. Semoga aku pun berkesempatan untuk menjadi warna yang indah dalam lukisan kehidupan kalian.
Y Allah, bahagiakanlah saudari-saudari yang teramat kusayangi. amin.
^^
di kamar kost ku yang hening
baru saja ditelpon oleh seorang yang teramat kusayangi karena Allah
Awalnya, aku mulai putus asa. Kehidupan baru ini membuat jiwaku serasa meronta, melawan tanpa daya. Semua mulai tak terkendali dan aku yang dulu perlahan pergi. Diri ini serasa bukan milikku lagi. Melihat begitu banyak hal 'aneh' yang terjadi bertubi-tubi dan dianggap 'lumrah' disini, aku mulai resisten, resisten atas semua keanehan itu dan yah, biasa saja. Hidupku ini serasa tak berbentuk lagi, tidur di siang hari saat seharusnya aku melahap nikmat semua ilmu dan terbangun di malam hari untuk kemudian tergesa mempersiapkan diri. belajar di saat seharusnya aku terlelap dalam mimpi, dan bermimpi di saat seharusnya aku belajar.
Aku benci begini. Aku ingin kembali. menjadi diriku yang dulu lagi. menjadi selalu lebih baik dikemudian hari. Aku benci dan mulai meragukan semua ini. Meragukan apakah keputusan yang kubuat ini adalah mimpi yang pada realitanya, tak seharusnya kumiliki??aku sendiri pun tak mengerti. Aku ragu apakah aku dapat bertahan begini bila terus sendiri??
Namun, hikmah itu datang dari seorang yang teramat kusayangi karena Allah
sosok luar biasa yang lebih muda dariku, namun sesungguhnya bersikap jauh lebih dewasa dibanding aku..
sosok indah yang terlihat lebih halus perasaannya, namun sesungguhnya ia lah yang selalu menguatkanku...
sosok yang sangat kusyukuri kehadirannya dalam hidupku
terima kasih saudariku, atas hadirmu, dan atas sebuah KALIMAT yang pada akhirnya selalu dapat membuat aku yakin, bahwa diri ini akan selalu berdiri lagi setelah jatuh berulang-ulang dan bertahan lagi setelah kalah berkali-kali...
sebuah kalimat,
"Apapun yang terjadi, bagaimanapun pendapat orang lain, aku tetap bangga sama kamu"
anauhibbukafiLLah ukhti
Juga untuk saudari-saudariku yang lain. terima kasih untuk warna kalian yang indah, dalam lukisan kehidupanku ini. Semoga aku pun berkesempatan untuk menjadi warna yang indah dalam lukisan kehidupan kalian.
Y Allah, bahagiakanlah saudari-saudari yang teramat kusayangi. amin.
^^
No comments:
Post a Comment