Saturday, February 23, 2013

:D

hari berpikir positif sedunia

pagi ini saya terbangun dari tidur yang agak kacau. pulang malam dengan energi super terkuras, membuat saya tertidur dengan pola bangun-tidur-bangun-bbman-tidur-bangun-bbman-tidur. haha, begitu sepenuhnya sadar pagi-pagi, saya mendapat pesan singkat dari seorang teman

"Makan yuk. Sekarang. Saya sudah dijalan"

haha. dia bukan teman biasa. kami dekat belakangan dan saya sepertinya melanggar janji kepada mama untuk tidak dekat berlebihan dengan teman. jarang sekali dia mengajak saya makan bersama, apalagi pagi. dia sibuk sekali. maka saya iya kan saja padahal saya masih di sudut kasur dengan rambut acakadut. begitu buru-buru saya berpakaian hingga tidak sempat mandi terlebih dahulu. hanya mencuci muka dan bergosok gigi ala bule-bule di tipi.

begitu sampai di tempat makan saya memarahinya sedikit, atas ke-random-an nya mengajak saya makan pagi-pagi tiba-tiba. tidak sempat makan, saya habiskan saja minuman yang sudah dia pesankan. dengan sedikit terbatu-batuk (ya saya sedang demam dan pilek dan batuk), saya seruput minuman berkafein itu dalam beberapa kali saja.

setengah berlari ia kemudian mengajak saya pergi berangkat, ya kami mau ke kampus. dia ada kegiatan pengwas sementara saya berjanji dengan seorang teman untuk rapat proyek. ditengah jalan, dia sempat berhenti beberapa kali membeli bubur dan air.

"Untuk teman-teman peserta pengwas," jelasnya.

ketua yang baik :p
begitu sampai di ruangan, saya baru sadar kalau rok yang saya pakai itu belakangnya robek sedikit disekitar kaki. cukup jelas untuk dilihat orang-orang. aah saya malu sekali, ingin cepat pulang. begitu sampai, ternyata pengwas nya sudah akan mulai. dan saya baru sadar teman saya yang mau rapat proyek itu peserta pengwas juga. dia ditahan sang ketua untuk tidak rapat dulu dengan saya agar fokus ke pengwasnya. benar sih. saya yang salah tidak hadir sebelum pengwas sesuai janji kami.

maka saya memutuskan turun ke lantai bawah dan menulis sedikit notes. lalu menitipkannya kepada teman saya itu.

"Kalau ada yang bingung2 tanya ya," jawab saya diiringi senyum.
ya rapat kami ga jadi, tapi semua konten udh di notes itu kok. alhamdulillah cukup jelas. di jalan saya pengen lari tapi takut jatuh dan dianggap gila. rok saya robek soalnya, malu hehe. jadi saya ya jalan aja cuek. didepan gang kos, saya menyempatkan diri membeli bubur di sebuah kios. sementara menunggu ibunya membuat, saya duduk kan di kios nya. entah apa yang salah, tiba-tiba angin bertiup begitu kencang hingga air bekas hujan pagi dan malam yang tertampung di terpal atap kios ibu itu jatuh di pangkuan saya. tepat diatas handphone pula. haha.

untung handphone nya enggak papa (semoga :3)
saya aja yang basah kuyup. ibu buburnya merasa sangat bersalah hingga mau mengantar saya pulang.

"Saya nggakpapa lho bu, gak usah diantar," senyum lagi :)

udah deh saya pulang. makan bubur, enak :9
saya sadar saya banyak salah. allah mungkin bikin banyak insiden supaya saya sadar saya banyak salah. allah menggagalkan beberapa rencana karena mungkin itu lebih baik bagi saya. dan saya sadar bahagia itu sederhana, sesederhana berkah enaknya bubur ayam pagi ini :D

mau?

Sunday, February 3, 2013

gemericik hujan malam-malam

selamat malam. 

seperti biasa saya merasa kalian selalu menyukai saya, saya pun demikian.

ketika usia saya dibawah lima, kalianlah teman bermain paling luar biasa. meski kemudian harus berbayar bentakan papa atau ceramah panjang mama, saya tidak pernah jera. semasa saya sudah ahli dalam memainkan aksara, kalianlah selalu pujaan saya. jangan bandingkan dengan karya pak Sapardi yang mulia, ia memang paling luar biasa. setidaknya saya senantiasa setia. sewaktu agama telah mewarnai jiwa saya sepenuhnya, saya tidak melewatkan kesempatan sedikitpun berdoa ketika kalian berjatuhan kebingungan menghantam bumi bagai dedaunan musim gugur. seketika dunia saya bermain dalam kelam, saya suka sekali membahas wewangian yang kalian tinggalkan. saya baru mengenal istilahnya, petrichor, begitu kata teman saya si ahli sastra. saya tidak tahu dari mana ia tahu. saya sulit sekali mereka-reka. namun saya suka, petrichor. 

hujan,
hanya perasaan saya saja atau Ia memang mengerti hubungan kita?
ketika hati saya begitu bergemuruh, Ia mendatangkan hujan lebaat sekali hingga orang-orang panik. ketika saya bosan dan ingin menangis, gerimis pelan-pelan Ia kirimkan menemani. ketika saya sedih kalian usai pertunjukkan, saya dikirimkan wewangian sempurna yang kalian ciptakan. bukan, bukan saya tidak suka cerah, hanya saja saya rasa kalian benar-benar berkah.

ah saya hanya terlalu geer. harusnya saya jera, karena kata orang-orang mestinya saya sudah dewasa.