okeey. semua aja mau buka puasa bersamaa. itu yang pertama kali kupikirkan saat acara ini jd dilaksanakan. padahal awalnya kukira ndak jadi karena panitia yang mempersiapkan sangat sedikit dan juga mendadak gitu lho. tapi karena ukhuwah dan atas dasar kecintaan Allah padanya maka aku datang deh. meski terseok-seok susah setelah beberapa kegiatan, alhamdulillah bertemu dengan teman-teman yang menenangkan hati di FSI. seperti kata nesya (sisterku tersayang yang ahli sastra), disinilah (FSI) pusat kenyamanan kami membuka cabang.
asempet telat dimulai karena yang datang baru sedikit. kasihan sekali panitia terutama ketuanya aslambotilangih (anak makasar lho). tapi entah kenapa ya kalau aku, meski sedikit, meski sederhana, kebahagiaan adalah latar belakang semua keseruan, keramean, kesuksesan acara. gag mesti banyak orang, gag mesti rundown rapi, gag mesti makan mewah, asal yang ikut ikhlas, berpikir positif dan selalu bahagia aja, voillaa...jadilah dia acara paling nyaman sedunia. hehe.
nah acara dimulai dnegan tilawah bareng. akhwat membaca surat ar Rahman yang sangat menggetarkan hati. aaah, bagusnya surat ini. terus dilanjutkan dengan games. games pertama, ada bulpen yang diikatin kayak tali rafia gitu yang bercabang menjadi lima. lima cabangnya ini diikatin ke setiap anggota kelompok. dengan badan menghadap belakang (tidak bisa melihat bulpen) kelompok diarahkan seorang ketua untuk memasukkan bulpen tersebut kedalam botol, seru abis to the max. soalnya kita gag boleh dipanggil dengan nama asli, harus nama cantik, aku kebagian nama Mawar. kyaaa it's not the real me. meski kalah bagian games ini seru banget.
games selanjutnya, lomba lari dengan kaki yang sali terikat sekelompok (bukan cuma berdua buk, berlima, berLIMA) hahaa. awalnya semua panik, soalnya kalau jatuh satu ini bakal jatuh semua. apalagi rokku sempit. namun terpikir sebuah strategi oleh ketuaku yakni kak Maela (kakak kader yang baik banget). setelah itu ternyata dengan mengaplikasikan strategi emas ini, kami JUARA! horeee. bahkan yang ikhwan pun kalah. yeeeee. lancar banget lomba larinya, aku sebagai maknae merasa bersyukur sekelompok sama kak maela dan teman-temannya yang ternyata sudah pro lomba beginian.
acara diakhiri dengan tausiyah dr bang Riko (ketua FSI) lalu makan bersama. makan bersama kita dilantai, di koridor parasit bikin formasi melingker gitu. alhamdulillah ya allah, engkau masih beri aku banyak teman baik seperti ini. bener sekali kata surat ar RahmanMu, maka nikmatMu yang mana lagi yang aku bisa dustakan? absolutely nothing, my dear God. :)
Saturday, August 4, 2012
MAtahari :D
"Media Aesculapius tebarkan kehangatan dengan memberi"
-ernan-
kalau ini buka puasanya kita di rumah singgah sakinah, bukit duri. kegiatan ini diprakarsai oleh salah satu organisasiku, yakni Media Aesculapius. kita bergerak di bidang jurnalistik dan memproduksi surat kabar kesehatan dan kedokteran yang didistribusikan ke seluruh Indonesia terutama ke daerah perifer dimana akses informasi sangat sulit. nah, MA ini mengadakan kegiatan sosial setiap tahunnya yang biasanya disebut sebagai acara MA Peduli. tahun ini dengan kekreatifan ernan (salah satu temenku di MA), melahirkan sebuah nama baru yakni MAtahari.
acara ini udah kita rencanakan semenjak sebulan lamanya. awalnya kegiatan ini mau dilaksanakan di panti asuhan didaerah menteng, tapi karena satu dan lain hal jadinya di cancel (H-1 lho, bikin syok aja ahaha). untungya temen-temenku tercinta ini banyak link, langsung deh kita pindah tempat ke rumah singgah sakinah bukit duri. kegiatannya ada games, tausiyah dan bagi-bagi makanan serta bingkisan.
ketua acara ini adalah temenku dari kelas Internasional. gadis manis arab-india ini bernama Nabila. dia anak kastrat, tegas-tegas gimana gitu. aku merasa salut dia bisa menyatukan kami setelah sebelumnya angtap agak pecah. acara dimulai dengan pembukaan dan sambutan. lalu mulai berdatanganlah adik-adik yang ternyata, unpredictable banget dua kali lipat dari yang kita rencanakan. jadilah aku kewalahan sebagai konsumsi yang kehilangan pj, mencari tambahan dimana-mana.
semua teratasi kok, alhamdulillah. lalu games yang riweh dimulai, untung ada eja yang super baik sama anak-anak jadinya mereka mau diem dan teratur, ditambah lagi sama kakak-kakak fasil yang sangat pro dalam hal beginian; kak kazai, kak setyo, kak andin, dan vandy. setelah games selesai dimulailah tausiyah dari ibu penjaga rumah singgah, baik banget orangnya dan dari aksen bicaranya, aku tahu dia dari minang :9
dimulailah pembagian takjil, adik-adik menyambut makanan dengan gembira. bahkan ada yang udh nyicip minumnya sebelum bedug. haha. lucu emang adik-adik ini, mirip-miriplah ama yang di TPA. terus setelah bedug dan makan takjil, adik-adiknya diarahkan untuk shalat maghrib dan kemudian berbaris untuk mendapat makanan dan souvenir. meski jumlahnya kurang, kami ternyata masih simpan cadangan snack buat dibagiin. setelah acara ternyata tempatnya berantakan to the max, maka jiwa ke-sekti-anku terpanggil dan mulai bersih-bersih dibantu teman-teman dan adik-adiknya juga.
setelah bersih tak lupa kita foto-foto dengan berbagai pose. tidak cukup sampai disana, kami kemudian berangkat ke dcost dan makan malam bersama. meski tidak semua panitia bisa ikutan makan malam, still fun, karena kita makan banyak banget dan cerita lucu tentang adik-adiknya. belum lagi soal korea yang entah mengapa tiba-tiba mendominasi topik pembicaraan dengan aku dan kak setyo sebagai dalangnya. haha. seru lah. alhamdulillah.
kerja keras selama sebulan terbayar sudah dengan kebahagiaan adik-adik itu. semoga dengan ini mereka setidaknya sedikit terbantu dan senang. :) still, aku sayang anak-anak.
semoga FBS lancar jugaaaaaa. amin ya Allah. mohon bantuannya teman-teman :) *bow*
bukammal
"bersama orang-orang yang tidurnya memikirkan umat, apalagi bangunnya"
-adrin-
ini acara buka puasa bersama sebenarnya. bukammal itu akronim dari Buka Puasa Kader, PMM dan Alumni. okesip, maksa? emang. acara ini baru pertama kali diadakan lho. kebetulan aku dan Avita (yak si tinggi cantik yang suka merah) terpilih menjadi Project Officer-nya. pas mau bikin awal-awal sante aja emang. kayak tiba-tiba ada ide "eh bikin yuk!" terus ayuk aja deh semua. haha. dasar kader, spontanisme sejati.
setelah beberapa minggu menjelang hari H kita panik, banyak halangan soalnya. jadwalnya tabrakan sama jadwal buka puasa angkatan dan buka puasa CERIA. terus tiba-tiba tempat yang kita rencanakan dari awal; rumah kak afifah, gag bisa dipakai karena ada keluarganya yang sedang nginep jadi rempong. terus katering yang awalnya di dokter D gak bisa H-2 karena emang dokternya mau pelatihan ke luar kota sampai seminggu. belum lagi yang konfirmasi datang cuma 11 orang. kyaaa. kalau bukan karena ada mereka-red.anak kader-awa mungkin udh cancel aja deh nih acara.
rencana Allah emang selalu oke. masalah tabrakan jadwal bisa disiasati dengan jiwa baja dan kesiapan mental serta raga untuk bolak-balik dari satu acara ke acara lainnya. masalah tempat alhamdulillah to the max, ustad abdullah dr ARH ngasih pinjam ruangan cuma-cuma dengan syarat hanya bikin surat. tentang katering, dengan amaizing-nya Avi mengatasi hal itu dengan cara memesan katering mama temen kita, yang mana eh ternyata tidak mau menerima bayaran. tentang yang konfirmasi hadir sedikit ternyata memang karena mereka lagi apatis mau ujian atau pulsa enggak ada, tapi tetep hadir di hari H. alhamdulillah ya Rabb.
beberapa menit sebelum mulai acara, sempat galau galau juga. yang mau jd MC enggak ada, yang mau tausiyah enggak ada. kyaaa. yaudah, nekat, biarpun akhwat, apasalahnya toh aku jd MC? terus soal tausiyah thanks to Allah yang menciptakan seorang abang adrin paling pintar bikin tausiyah dadakan bahkan dengan tema by request. haaa, i love you full saudara-saudari kader, pmm dan alumni. acaranya meski kurang disana-sini (enggak ada tisu, rundown agak molor, pembawaanku yang terlalu bebas-baru sadar belakangan-sebagai seorang akhwat dan lain lain lain), tapi seru alhamdulillah.
bertemu dengan pejuang dan pembina sumber daya muslim seperti ini, membakar semangat dakwahku kembali. mungkin aku tidak sehebat mereka, sekuat mereka, semultitalented mereka. tapi aku mau. jadi harus bisa. semangat, allahu akbar!
special thanks to: Avita (yang udh dengan sangat sabar menerima kecerewetanku), da In (yang udah maksa buat tetep diadain hari itu juga), kak Halida (meski gak ikut bukammal, tapi mengijinkanku untuk bolak balik dari acaranya [buka puasa CERIA] ke bukammal), dan semua yang hadir; kak afifah, kak yolan, kak dina, kak kazai, kak amel, gadis, kak wahyu, kak aravinda, kak maha, kak didi, kak adrin, kak azlan, gema, fahrul, faris, kak riky, kak faisal, kak imam dan semua yang mungkin gak bisa aku sebut satu-satu.
last but not least, special syukur to: Allah yang teramat kurindukan. :)
buka puasa CERIA ;D
"anak-anak adalah warna-warni dunia. aku sayang mereka"
setelah mereka pulang ke daerah, tinggalah aku sendirian (merana,eh?) mendidik adik-adik ini menari. awalnya banyak keluhan, seperti mereka sedikit yang datang latihan, sekali latihan banyak mainnya daripada narinya, suaranya pada kenceng-kenceng banget, belum lagi kebiasaan mereka yang suka peluk-peluk. tapi kalau mau sedikit merubah sudut pandang, aku bersyukur sekali, tidak seharusnya mengeluh, dari mereka aku belajar banyak. semuanya ada delapan orang, yuk kenalan.
Suri
kalau boleh dibilang, dia sosok paling dewasa di tim nari. selalu minta nari ketika yang lain minta main. selalu dicurhatin teman-teman lain bahkan yang udh lebih dewasa dibanding dia, selalu pengen cepat pulang karena harus ngurus adik dan buat PR haha. aku sayang dia. paling cantik juga soalnya
Krisni
kalau si chubby satu ini mirip aku. eaa. cerdas dan lincah. lari sana lari sini. tapi narinya oke, selain itu hal uniknya adalah dia punya kembaran yang ternyata adalah cowok yang mana bernama; krisnu. mereka sangat berbeda secara fisik, trust me. kalau sejauh pengamatanku, krisni ini bertingkah lebih sebagai kakak pada krisnu, mereka dekat sekali. bahkan 'nu', sering hadir ketika kami latihan
Fira
walau badannya paling mungil, namun penyuka warna pink ini pendiem. talk less do more kayaknya anaknya. narinya oke, latihan selalu datang, tapi sedikit sekali ribut atau mengeluh. aaah aku suka model yang kayak begini, gampang diatur hehe.
Dini dan Dina
setelah bertemu dengan mereka, aku percaya kembar ndak mesti sama. bukan cuma krisni dan krisnu kembar tidak identik dalam tim kami, dina dini ini kembar juga. tapi wuaah fisik, sikap, gaya beda to the max banget lah. haha. dini sedikit 'berisi', dengan gaya anak kecil selalu pengen tahunya. sementara dina dengan tubuh 'kemayu', selalu dengan jiwa ke-kakak-an nya,
Fia
fia ini gampang capek, dikit latihan langsung tidur-tiduran. aku cemasnya dia beneran sakit gampang capek. haha. semoga aja enggak. mungkin lebih karena mama papanya kerja, dia dirumah cuma sama neneknya, adik-adik dia yang ngurus semua, padahal baru umur segitu ya Allah :']
Dita
dita ini sedikit lebih tua dibandingkan yang lain, sekitaran SMP lah. anaknya baik, pinter juga. tapi mengalami retardasi mental, sedikit susah berkomunikasi. karena itu dia harus berhenti sekolah, mungkin diledekin temennya atau gak kekejar pelajarannya. padahal cantik dan pinter pula. ya Allah :'] berikanlah Ia banyak kesempatan dalam hidupnya, amin.
Fabi
yang ini suka banget banget sama girlband-girlband indonesia. ampe hapal nama-nama mereka. aku ingat waktu dia pertama kali bertemu, dia bilang aku mirip salah satu personel girlband apa gitu, trus dia malah minta tandatangan x_x bingung. haha.
seru banget lha pokoknya anak-anak ini. aku yang belajar banyak. mereka baik hati sekali, meski aku sempat terlambat atau tidak datang, mereka tetap berbaik sangka. dan tetap peluk-peluk.
makasih ya adik-adik.
euphoria :D
baca-baca blog orang lain, rasanya keren-keren dan bermanfaat. giliran blog sendiri, aku lihat-lihat lagi ternyata banyakan berisi tulisan gag jelas. ingin sekali menginspirasi orang lain dengan kebaikan. mungkin ada baiknya kalau mulai dipikirkan lagi tentang isi dari blog ini, harusnya bagaimana. mungkin bakal tetep ada tulisan gag jelasnya, tapi dikit-dikit mau cerita tentang dunia yang istimewa juga.
selama ini kayaknya aku terlalu berfokus pada apa yang terjadi didalam dada, banyak rasa yang sebenarnya semu semua. setelah direnung-renungi kalau mau cerita, diluar sana hariku sangaaaaat berwarnaaa. sejenak katakan saja 'bodo amat' pada kecamuk dalam dada, dan let's see hal menakjubkan yang beberapa hari belakangan ini aku alami
banyak lho, buka puasa CERIA, bukammal, MAtahari, teambuilding KKIA, bukpus Redaksi MA dan lain-lain. :) let me report.
selama ini kayaknya aku terlalu berfokus pada apa yang terjadi didalam dada, banyak rasa yang sebenarnya semu semua. setelah direnung-renungi kalau mau cerita, diluar sana hariku sangaaaaat berwarnaaa. sejenak katakan saja 'bodo amat' pada kecamuk dalam dada, dan let's see hal menakjubkan yang beberapa hari belakangan ini aku alami
banyak lho, buka puasa CERIA, bukammal, MAtahari, teambuilding KKIA, bukpus Redaksi MA dan lain-lain. :) let me report.
Thursday, August 2, 2012
Pesan Hujan Pada Senja
Gemetar kakiku belum juga berhenti, meski pintu itu telah menutup
sepenuhnya. Menyisakan bunyi gesekan antar engsel yang enggan marah
namun tak bisa menolak. Cengkraman tangan ini merecoki susunan indah
kelopak bunga di gaun hitamku, seakan mereka akan menahanku cukup kuat.
Namun, salah.
Seperti gugur dedaunan di senja musim panas. Satu per satu terjatuh, bagai hujan kebingungan.
***
“Hahaha, kamu masih saja bodoh, Han. Ketika maju, engkau harus sedikit berlari dan kemudian melompat agar dapat melakukan shoot yang benar. Dan tinggi badanmu itu, apa-apaan”, diiringi senyum khasnya yang menghentikan kekesalanku.
Tawa lebarmu itu membuatku hampir menangis, An. bodoh!
Tak ada senja yang lebih kunanti, dibanding senja musim panas kita. Ketika kakiku masih setinggi tanaman kaktus dihalaman rumah. Saat senyummu membuat kedua mata sipit itu tenggelam dalam-dalam. Tak ada permainan yang lebih kugemari, dibanding pertandingan basket kita. Yang meski jarang sekali ku menangi, namun selalu membuatku bermain kembali. Ketika rambut-hitam-ala-putriku masih boleh dikuncir kuda dan menari-nari. Saat suara rendahmu masih saja mengutuki permainan bodohku.
“Engkau akan takjub suatu hari, An!”, kataku sembari kembali merebut bola
“Akan apa?”
“Aku”
Sebelah alis mata hitam itu meninggi, diiringi kembali tawa renyah tanpa hentinya. Yang ternyata memanggil hujan.
“Sepertinya mereka tidak suka kita berdua”
“Hm? Siapa?”
“Senja dan Hujan. Ingat, saat kita berlatih untuk pertandingan basket paling penting di sekolah, hujan juga datang. Menghentikan permainan. Ah, bukan. Kurasa, hujan menyukaimu. Namun ia membenciku”
Kadang-kadang aku tidak mengerti perkataan lelaki sombong ini, pikirku. Mengapa pula ia kemudian membicarakan hujan dan senja. Suka dan benci. Heh, aku tidak suka hal-hal melankolis itu. Ah. Mungkin harusnya aku sedikit memperkenalkan diri.
Namaku Hana. Jangan tanya. Memang hanya Hana. Terus, kenapa? Kedua orangtuaku mungkin terlalu sederhana. Mereka menyukai bunga dan jadilah namaku Hana. Jangan bayangkan aku gadis manis penyuka boneka. Hanya pemain basket putri yang tidak suka baca cerita. Bagiku, musik hip-hop lebih penting dibanding baju-baju indah ala putri kerajaan itu. Maka jadilah aku. Dan ini, Andra.
***
From: Andra
“Siapa?”
Aku tahu. Aku tahu Andra akan bertanya. Aku tahu ia akan tahu. Hanya saja aku tidak mau, harus bagaimanalah aku menghadapinya. Sejenak ingin kuhapus pesan singkatnya dan melupakan saja. Tapi sesuatu dari dalam diriku marah, menolak kebodohan itu. “Balas saja! Memang kenapa?” bentak seorang Hana didalam sana.
To: Andra
“Assalammualaikum. Apa?”
Bodoh.
From: Andra
“Waalaikumsalam. Tidakkah engkau berubah, Hana? Sesekali hentikan keluguanmu itu. Aku susah, Hana. Susah mengumpulkan keberanian kembali bertanya, setelah semua perubahanmu. Tidakkah engkau berubah, Hana? Setelah mengambil keputusan besar itu, aku pikir kita tidak akan sesusah ini. Katakanlah, wahai sahabatku jika engkau masih seorang Hana, siapa lelaki itu yang telah melamarmu?”
Haha. Bukankah selama ini, engkau yang terlalu lugu, An? Aku yang terlalu bodoh, memang. Namun keluguan telah menahanmu dari pertanda senja dan hujan. Bermalam-malam aku hantarkan pesan padaNya, agar hujan sampaikan padamu tentang kita.
Allah melarangku, Andra. Karena ketika aku mengatakannya, Ia tahu hatiku akan goyah.
To: Andra
“Andika, namanya”
Saudara lelakimu.
***
Gaun hitam kesukaanku memang indah. Sedikit aksen bunga dipinggir pinggang membuatnya semakin manis. Hijab berwarna perak yang menghiasi wajahku sedikit perlu dirapikan. Maka kuletakkan saja bros serupa tetesan hujan dipinggirannya. Hujan yang menyukaiku. Hujan yang kusukai.
Handphone berdering.
From: Andika
“Assalammualaikum, Na. Sudahkah engkau siap? Bersiaplah sedikit lebih lama ya :) Adik-adikmu mengajakku bermain bola terlebih dahulu. Kata Ayah, mereka akan merajuk jika aku pergi begitu saja membawamu. Di seberang pagar. Tidak apa-apakah?”
Aku juga akan merajuk tentunya, Dika.
To: Andika
“Waalaikmsalam. tentu :)”
Seperti gugur dedaunan di senja musim panas. Satu per satu terjatuh, bagai hujan kebingungan.
***
“Hahaha, kamu masih saja bodoh, Han. Ketika maju, engkau harus sedikit berlari dan kemudian melompat agar dapat melakukan shoot yang benar. Dan tinggi badanmu itu, apa-apaan”, diiringi senyum khasnya yang menghentikan kekesalanku.
Tawa lebarmu itu membuatku hampir menangis, An. bodoh!
Tak ada senja yang lebih kunanti, dibanding senja musim panas kita. Ketika kakiku masih setinggi tanaman kaktus dihalaman rumah. Saat senyummu membuat kedua mata sipit itu tenggelam dalam-dalam. Tak ada permainan yang lebih kugemari, dibanding pertandingan basket kita. Yang meski jarang sekali ku menangi, namun selalu membuatku bermain kembali. Ketika rambut-hitam-ala-putriku masih boleh dikuncir kuda dan menari-nari. Saat suara rendahmu masih saja mengutuki permainan bodohku.
“Engkau akan takjub suatu hari, An!”, kataku sembari kembali merebut bola
“Akan apa?”
“Aku”
Sebelah alis mata hitam itu meninggi, diiringi kembali tawa renyah tanpa hentinya. Yang ternyata memanggil hujan.
“Sepertinya mereka tidak suka kita berdua”
“Hm? Siapa?”
“Senja dan Hujan. Ingat, saat kita berlatih untuk pertandingan basket paling penting di sekolah, hujan juga datang. Menghentikan permainan. Ah, bukan. Kurasa, hujan menyukaimu. Namun ia membenciku”
Kadang-kadang aku tidak mengerti perkataan lelaki sombong ini, pikirku. Mengapa pula ia kemudian membicarakan hujan dan senja. Suka dan benci. Heh, aku tidak suka hal-hal melankolis itu. Ah. Mungkin harusnya aku sedikit memperkenalkan diri.
Namaku Hana. Jangan tanya. Memang hanya Hana. Terus, kenapa? Kedua orangtuaku mungkin terlalu sederhana. Mereka menyukai bunga dan jadilah namaku Hana. Jangan bayangkan aku gadis manis penyuka boneka. Hanya pemain basket putri yang tidak suka baca cerita. Bagiku, musik hip-hop lebih penting dibanding baju-baju indah ala putri kerajaan itu. Maka jadilah aku. Dan ini, Andra.
***
From: Andra
“Siapa?”
Aku tahu. Aku tahu Andra akan bertanya. Aku tahu ia akan tahu. Hanya saja aku tidak mau, harus bagaimanalah aku menghadapinya. Sejenak ingin kuhapus pesan singkatnya dan melupakan saja. Tapi sesuatu dari dalam diriku marah, menolak kebodohan itu. “Balas saja! Memang kenapa?” bentak seorang Hana didalam sana.
To: Andra
“Assalammualaikum. Apa?”
Bodoh.
From: Andra
“Waalaikumsalam. Tidakkah engkau berubah, Hana? Sesekali hentikan keluguanmu itu. Aku susah, Hana. Susah mengumpulkan keberanian kembali bertanya, setelah semua perubahanmu. Tidakkah engkau berubah, Hana? Setelah mengambil keputusan besar itu, aku pikir kita tidak akan sesusah ini. Katakanlah, wahai sahabatku jika engkau masih seorang Hana, siapa lelaki itu yang telah melamarmu?”
Haha. Bukankah selama ini, engkau yang terlalu lugu, An? Aku yang terlalu bodoh, memang. Namun keluguan telah menahanmu dari pertanda senja dan hujan. Bermalam-malam aku hantarkan pesan padaNya, agar hujan sampaikan padamu tentang kita.
Allah melarangku, Andra. Karena ketika aku mengatakannya, Ia tahu hatiku akan goyah.
To: Andra
“Andika, namanya”
Saudara lelakimu.
***
Gaun hitam kesukaanku memang indah. Sedikit aksen bunga dipinggir pinggang membuatnya semakin manis. Hijab berwarna perak yang menghiasi wajahku sedikit perlu dirapikan. Maka kuletakkan saja bros serupa tetesan hujan dipinggirannya. Hujan yang menyukaiku. Hujan yang kusukai.
Handphone berdering.
From: Andika
“Assalammualaikum, Na. Sudahkah engkau siap? Bersiaplah sedikit lebih lama ya :) Adik-adikmu mengajakku bermain bola terlebih dahulu. Kata Ayah, mereka akan merajuk jika aku pergi begitu saja membawamu. Di seberang pagar. Tidak apa-apakah?”
Aku juga akan merajuk tentunya, Dika.
To: Andika
“Waalaikmsalam. tentu :)”
Seberang pagar? Lapangan basket ya. Jendela kamarku membuat pemandangan itu semakin jelas. Aku
merasa gamang. Lelaki itu, yang sedang bermain dengan adik-adikku,
benarkah ia imam kehidupanku? Sudahkah aku pantas mendapatkan
kesempurnaannya? Dengan senyum ribuan watt-nya saja aku bahkan merasa
rendah diri. Kegamanganku bukan hanya karena aku merasa belum siap.
Namun juga karena aku tidak punya rasa. Rasa yang seharusnya seorang
muslimah jaga untuk imam kehidupannya. Rasa yang teramat berharga
seperti kasih Aisyah pada Rasulullah. Seperti sayang Laila pada
Majnunnnya. Namun aku, Hana, tidak punya. Untuk Dika.
Kembali berdering.
From: Andra
“Jangan. Kumohon. Aku akan pulang. Sekarang!”Seperti gugur dedaunan di senja musim panas. Satu per satu terjatuh, bagai hujan kebingungan..
Subscribe to:
Posts (Atom)