liburan tanpa kegiatan, membuat kebiasaan lama timbul kembali
dulu, kau begitu semangat menjelaskannya. "sastra itu indah, awa. mungkin bukan bagimu, tapi buatku, sastra itu indah. sangat". kalimat panjang yang kau tuturkan sambil menerawang langit. membuatku pun tanpa henti menatap binar mata itu. sastra ya. hmm. aku tidak berbakat memang. tapi aku juga tahu bintang, sastra itu indah. dan itulah, binar yang menghiasi kedua bola mata itu, yang membuatku belajar sastra. haha. jangan tertawa. aku memang anak kedokteran. corpora quadrigemina, arbor vitae et cerebellum, atau foramina cribosa ossis ethmoidales adalah penghias hariku. tak luput anencephaly, spina bifida occulta, atau microsephalus dengan meningoencephalocele dari ingatanku. tapi itu tak menghalangiku memainkan kata-kata, bintang. penaku selalu disini, menari-nari di atas catatan anatomi atau lembar laporan embriologi, sesekali ia juga mengerti, bahwa aku ingin melihat binar mata itu. maka ketika itu pula, ia akan melakukan tugasnya, menuliskan warna hatiku.
tapi kau tahu?
dari beribu kata di dunia, ada satu yang menjadi keahlianku. menuliskan itu berulang kali, membuatku mahir melakukannya. kau tahu? ok, kau selalu tahu segalanya. ya, spasi. aku mahir sekali membuat spasi. aku suka sekali menuliskannya. karena ketika itu, akan ada jarak diantara kata-kata yang kemudian membuat mereka saling mengerti, bahwa untuk bertatapan, terkadang kita harus menjauh sedikit. atau untuk memahami keindahan, terkadang kita harus memberi ruang pandang.
namun sepertinya,
terlalu banyak spasi antara kata-kata kita, hingga perlahan semua menghilang begtu saja. tanpa titik atau koma, aku kini hanya sastra tanpa nama. mungkin, akan selalu lebih baik begitu, karena harusnya, aku berhenti menuliskanmu.
Wednesday, June 22, 2011
Sunday, June 12, 2011
AnauhibbuLLah
H-48 jam ujian
ujian terakhir untuk tahun pertamaku didunia kedokteran
"Wahai anak manusia, setiap kali engkau meminta kepada-Ku dan mengharap dari-Ku, maka Aku akan ampunkan bagimu apa yang telah lalu dan Aku tidak peduli betapapun besar dan banyaknya dosamu. Wahai anak manusia, seandainya dosa-dosamu mencapai setinggi langit, kemudian engkau meminta ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampunimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak manusia, seandainya engkau datang kepada-Ku dengan membawa setumpuk dosa sebesar bumi, kemudian engkau berjumpa dengan-Ku tanpa menyekutukan Aku dengan sesuatu apapun, maka Aku akan memberikan ampunan sebesar bumi itu pula"
(Hadits Qudsi Riwayat Turmudzi)
(Hadits Qudsi Riwayat Turmudzi)
hadits ini terakhir kudengar waktu keputrian jumat kemarin, dan untuk yang entah telah keberapa kalinya selalu sukses membuat mataku basah, banjir. terasa berdosa banget gitu. liat deh, Allah di hadits ini jelas2 mau ngampunin dosa kita, sebesar Bumi pun itu. Dan syaratnya cuma 2, kita mohon ampun + kita gak menyekutukannya.
Subhanallah. ya Allah. :")
Tuhan, dosaku menggunung tinggi, namun rahmatMu melangit luas. harga selautan syukurku, hanyalah setitik nikmatMu dibumi. Tuhan, walau taubat sering ku mungkir, namun pengampunanMu tak pernah berhenti. bila selangkah kurapat padaMu, seribu langkah Kau rapat padaku.
Allah. awa cintaa banget deh. :)
Subscribe to:
Posts (Atom)
