Cerahmu hujanku
Pantaimu gunungku
Katamu spasiku
Dua nama dalam dua jiwa
Dua kota dengan jarak yang membuat kita berdoa
Agar Tuhan selalu sayang kita
Di bawah sisi berbeda langit yang sama
Dalam tangis yang selalu kusesali
Dalam tawa yang kerap kau suguhi
Dengan kekagumanku pada irama mengaji
Dan keteguhanmu bahwa pahala-dosa cukup dalam hati
Kita
Bagai rel kereta
Bersandingan dipaksa rasa
Padahal kita saling tahu
Tak pernah (akan) ada titik temu
Kan?