Thursday, March 10, 2011

ceria selamanya, bintang

Kamis, 10 Maret 2011

secangkir teh hangat mengepul disudut meja
ditemani pena, dengan tintanya yang tak kunjung mengering

ditengah kepanikan menyambut sebuah peperangan melawan ketidakmampuan diri ini. mendobrak batas-batas pikirku. sejenak otak memberi perintah tajam padanya, untuk berhenti. sekejap saja. sepertinya terlalu lelah berleha-leha dengan asam arakhidonat sel-sel syarafnya. atau mungkin telah menumpuk asam laktat dalam tiap gumpalan myelin tubuhnya.

seperti biasa selalu saja.
kembali memutar-mutar setangkai pena. seolah waktu kan turut berputar bersamanya.
rasanya baru sekejap yang lalu. aku memikirkan terangnya.saat sinarnya berkerlap kerlip senantiasa. bercerita riang dalm gelap malamku. tentang kejora yang benderang, tentang kejora yang lebih suka bermain bersama bulan, tentang kejora yang memberi harapan kepadanya, tentang kejora yang mendadak hilang. tentang kejora, kejora, selalu saja.

hei, tak apa.
aku mengerti. jangan kau hiraukan bulir keperihan itu, bintang. lanjutkan saja. ceritakan semua. jika itu membuatmu ceria selamanya. :')

aku bahagia untuknya. walau, Tuhan tak mengizinkanku, lebih dari sekedar mendengarkan.

Sunday, March 6, 2011

geliat ulat

minggu, 6 maret 2011

pagi mendung yang sibuk


dalam sebuah kuliah...
teman : eh yang tadi itu maksudnya apa? aku telat nyatat..
aku : duh. maaf aku juga ga ngerti. pusing banget
teman : huh. kalo ga ngerti juga, buat apa sekolah jauh-jauh. pulang aja sana ke daerah.

tertusuk, jleb, tepat di hati ni.
iya ya. kalo aku mau malas-malasan.
kalo aku mau kalah, kalo aku mau jadi yang kesekian.
kalo aku ga paham, kalo aku masih bodoh juga
kenapa ga sekolah dikampung aja sana. pulang.
ga perlu biaya hidup mahal. ga perlu jauh dari mama papa.
ga perlu perjuangan ga tidur atau ga makan.
intinya,
kalau aku mau sekolah disini.
jauh di tenggelam di pusat ibukota yang kelam ini
pertaruhkan segalanya. ga boleh setengah-setengah
korbankan apa saja, supaya perjuangan orang tua ga sia-sia
nothing to lose. all or none.
lahap ilmu sebanyak-banyaknya. dan ga boleh nyerah.

haha. makasih teman :P
kata-katamu bagai asam yang menggeliatkan ulat.
yak. ayo ulat bersegeralah jadi kupu-kupu *>.<*

senja berawan

selasa, 1 Maret 2011



senja berawan setelah pengumuman nilai



pernah makan permen karet ga?
kita seenaknya mengunyah dengan heboh saat ia terasa manis
namun dengan seenaknya pula membuang dengan acuh saat tak lagi ada rasa manisnya
betul kan? (atau ada yang suka nelen permennya? haha)

tidakkah kita merasa seperti itu terhadapNya?
saat kita menginginkan sesuatu
baju yang bagus, handphone baru, bahkan terutama nilai yang baik
kita dengan heboh meminta kepadaNya
merelakan sebagian waktu tidur untuk menangis-nangis memohon terhadapNya
meikhlaskan sebagian uang jajan disumbangkan sambil memohon didoakan
meminta mimpi kita dikabulkan dan jadi kenyataan

tapi

saat kita sedang tidak menginginkan sesuatu
atau tepatnya, saat kita sudah mendapatkan apa yang kita inginkan itu
adakah, dengan heboh kita sujud syukur menyebut nyebut namanya?
adakah, kita teringat bahwa semua itu adalah karunianya?

atau

adakah kita sadar bahwa SETIAP DETIK sesungguhnya, kita selalu mendapatkan sesuatu?
mungkin bukan yang selalu kita inginkan, tapi pasti hal yang selalu kita butuhkan.
udara. contoh kecil karuniaNya.
adakah kita mengingatNya dalam setiap detik hidup kita?
adakah kita tak lupa bersyukur padaNya atas setiap detik hidup kita?

padahal
tak SEDETIK pun
ia lupa memberi kita udara


“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Ibrahim: 7)

-sekedar renungan. buat kita semua, terutama saya, haha. untuk lebih mensyukuri hidup, karena terlalu banyak sebenarnya hal yang harus disyukuri dari hidup ini. ya Rabb, aku bersyukur bisa melihat senja ini, bersama barisan awan yang mewarnai birunya menjadi jingga. sekeping gambaran indahNya kuasaMu. memesonakan setiap makhluk Tuhan yang memandangnya. alhamdulillah...
:D :D