Friday, February 18, 2011

bodoh



kamu bilang aku bodoh pelajaran,
hari berikutnya aku menjadi juara kelas
pada akhirnya aku meraih medali olimpiade sains nasional


kamu bilang aku kikuk olahraga,
hari berikutnya aku bertahan di-bully tim itu
pada akhirnya aku menjadi kapten basket di sekolah

kamu bilang aku terlalu gampangan,
hari berikutnya aku merapikan hati
pada akhirnya aku menjadi ketua keputrian di ROHIS

sekarang,
saat aku sudah terperangkap disini,
berganti jati diri dan evaluasi,
kamu bilang kamu tidak peduli,

lalu, aku harus apalagi?
aku benci.

sepertinya cukup.

Saturday, January 1, 2011

mimpi

1 Januari 2011

pagi tahun baru yang wangi kopi.

banyak orang di luar sana masih menguap lebar
sambil tersenyum senang, sisa-sisa semarak perayaan semalam
gegap gempita masih menggantung di langit-langit fajar
dimana kini aku berdiri menunggu matahari pagi pertama, seperti biasanya.

tahun baru mungkin begitu penting bagi banyak orang
senang karena akan ada banyak kembang api warna-warni
bahagia karena akan banyak kesempatan mengais rezeki
riang karena akan sedikit sekali mengingat memori masa lalu

hm. bagiku
sederhana saja

mimpi-mimpi baru
banyak hal yang ingin kulakukan dalam kesempatan yang diberikan Tuhan
selain memperbaiki diri dan memperbanyak evaluasi
aku ingin belajar banyak hal
untuk membahagiakan orang-orang yang sangat kusayangi.

belajar memanah, belajar menembak, berkuda, bahasa isyarat, belajar menulis sastra, sukses dalam studi ku, melanjutkan pendidikan di Jepang atau Jerman, mengasah kemampuan public speaking dan teater, bisa bikin cerpen dan novel, jadi ketua salah satu organisasi di dalam dan di luar kampus dan masih banyak lagi

beberapa terdengar aneh, hihi.
tapi begitulah adanya mimpi
Allah tak memberi batas-batas ruang pikir setiap manusia
maka daripadanya lahirlah mimpi dan cita luar biasa
seperti yang pernah ditorehkan para pemikir dan pengubah dunia
dalam sejarah indah peradaban

bermimpilah
maka Tuhan akan memeluk mimpimu
-arai, Laskar Pelangi

asalkan kita percaya, berusaha dan berdoa
tak ada yang tak bisa.
semangat. :D

Saturday, December 4, 2010

pelangi

4 Desember 2010

bodoh.bodoh.
kukutuki diri ini berulang kali.

mungkin dunia bingung.
tentang hidupku yang selalu terlihat biru, damai dan indah.
tapi itu hanya terlihatnya saja, bertahun-tahun waktu sebenarnya yang ada hanya lah hitam.
mengapa? bukankah kuning lebih ceria? atau pink penuh cinta? sekalian saja merah gempita?

haha. kutertawakan diri ini yang ternyata bodoh.
menghabiskan detik-detik warna kehidupannya hanya untuk bergelap-gelap ria dalam malam.
duduk, berdiri atau terlentang, menengadahkan kepala, menatap langit kelam. hingga keram leher dan sakit mata.
haha. kutertawakan diri ini yang ternyata lemah.
menghabiskan ruang-ruang pikir cemerlangnya hanya untuk merenung-renung ria dalam asa.
tangis, tawa atau marah, membalik-balik memori, dengan hanya membaca satu nama. hingga lelah.

ya.bodoh.lemah.cukup sudah.

aku ingin kembali.menjadi cerdas.kuat.
lupakan saja langit malam itu dan semua yang datang bersamanya,
lupakan saja asa ruang pikir itu dan semua yang ada di dalamnya,

saatnya aku menyadari

bahwa hariku kini adalah PELANGI
merah untuk gempita, gelak tawa dan riangku bersama teman-teman yang luar biasa
jingga untuk kebijaksanaan, pesona dan teladanku untuk adik-adik yang kucinta
kuning untuk ceria, canda dan senyum lebarku bersama mama papa terbaik yang pernah ada
hijau untuk taat, tunduk dan penghambaan diriku pada Sang Pencipta
biru untuk damai, indah dan tenangku dalam pelukan sahabat-sahabat jiwa
nila untuk keteguhan, semangat dan tekadku dalam meraih mimpi-mimpi dan asa
ungu untuk cinta, kerelaan dan pengorbananku untuk seseorang yang akan Tuhan pilihkan untukku nantinya


kini
yang aku tahu
akan selalu ada pelangi
setelah badai merusak segalanya
maka tugasku adalah mewarnainya
terima kasih Tuhan, untuk semua. :)


*selamat tinggal hitam, kelam, malam, dan bintang

Saturday, November 27, 2010

redupnya satu bintang

Rabu, 25 November 2010

ketika otakku mulai lelah dengan geopolitik,geostrategi,pancasila,ham,apalah.pelajaran yang membuat pemikiranku mengawang bebas antara terapung dan tenggelam.ku berhenti sejenak, duduk, dan memulai kebiasaan lama yang kulakukan dalam kelamnya hari.merenung

membuka lembaran memori.yang tertumpuk, terhimpit, berdebu dalam fana ku.membalik-balik hari kemarin, warna-warni masa lalu.hingga kutemukan satu potret.potret kelabu yang entah kenapa tidak berdebu.ku amati tiap titik potret itu dengan ragu-ragu.mengingat kembali momen redupmu

saat kemilau gemintang lainnya begitu terang.menyambut gembira pesta perayaan bersama rembulan.satu bintang disitu malah meredup dan kelam.tak ada kata.namun aku lebih dari sekedar mengerti untuk memahami.bahwa terangnya hilang hanya karena kejora mendadak pergi.kejora yang selalu paling terang.dikelilingi gemintang lain yang ingin bersenang-senang.membuatnya redup, seperti sedih dan menyadari.sadar diri tentang kejora yang terlalu menyilaukan.

aku tahu.aku disini, cuma setitik kecil dalam jarak ribuan tahun cahaya dari satu bintang itu.terlalu jauh bahkan untuk sebuah pesawat luar angkasa tempuh dengan kecepatan supernya.namun redupnya, bahkan melebihi kecepatan cahaya, menghantarkan beribu luka ke bawah rusuk terakhirku.membuat segumpal hati disitu remuk redam, tenggelam dalam tangisan.

namun, seperti biasa, yang perlu dan boleh kulakukan hanya berusaha tersenyum, mengalihkan pandangan dari langit malam itu, dan mengirimkan pesan singkat kepada Tuhan.

cuma satu bintang

10 November 2010, di kamar kos ku...

Telah tiba saat dimana mulai kutemukan lagi irama kehidupanku.saat dimana suara rapuhku kembali menyenandungkan melodi indah itu.saat dimana diri ini mulai berdiri dan bahkan berlari di atas kakinya sendiri.saat dimana tangan lemah ini telah mulai berani berkarya kembali.saat dimana, aku kuat dalam pertahananku.sendiri.

Sesaat itu, semua terasa menyenangkan.hilang.aku tenang, fokus bahkan semangat merencanakan keseluruhan hidupku.mimpi2 itu serasa dekat.
Sesaat itu rasanya, Tuhan mengenggam erat hati dan pikiranku.menyempurnakan fungsi keduanya.dan tidak ada lagi ragu,cemas,atau apapun itu, sesaat dimana Ia mengenggam diri ini erat.

Namun, kusadari.ketika melihat kembali dengan lebih teliti.selama ini aku hanya berlari, berusaha menjauhi.
sayangnya, bumi ini bundar.karenanya, ketika menatap langit kelam itu masih di atas sana, selalu kutemukan satu bintang.dan pertahananku selalu runtuh karenanya.

Ingin kumaki diri ini, diri yang begitu bodoh
"ITU CUMA SATU BINTANG!!!BODOH!"

cuma satu bintang, tapi seluruh hati ini berbunga hanya karena senyumnya
cuma satu bintang, tapi seluruh jiwa ini remuk hanya karena sedihnya
cuma satu bintang, tapi.

Allah.
segerakanlah matahari
datangkanlah pagi
usir semua kebodohan ini
Allah.
genggamlah kembali
rengkuhkanlah sayap2 malaikatMu pada diri ini
hingga tak kusadari lagi lelapnya mentari dan kelamnya hari.
hingga tak kutatap lagi, tak kulihat lagi, atau biarkan bumi berhenti berotasi.

tentang satu bintang

minggu, 12 September 2010, malam terakhir sebelum keberangkatanku kembali ke ibukota.

dalam naungan langit malam itu, aku berdiri dipinggir sawah-sawah yang mulai menghijau dan rumah-rumah yang masih semarak akan gegap gempita perayaan kemenangan. sahut menyahut adzan seperti harmoni alam yang mengiringi renunganku.

langit malam di tanah kelahiranku itu sangat indah, terutama malam ini. bulan sabit, seolah menjadi pemeran utama, bersinar terang benderang, ditemani beribu bintang yang juga berkelap-kelip indah. sungguh, tak dapat ku ungkap dengan kata-kata betapa indahnya malam ini, dan betapa aku bersyukur atas kesempatan yang diberikan Tuhan bagiku untuk dapat menikmati goresan kuasaNya.

yang sedari tadi menjadi perhatianku adalah tentang satu bintang. Satu bintang yang begitu terang, sangat berdekatan dengan bulan, seolah tak ingin kalah oleh sinarnya. Satu bintang yang setiap malam selama bertahun-tahun ini terus menjadi perhatianku, bukan, bukan karena cahayanya ataupun letaknya yang sangat berdekatan dengan bulan, tapi memang karena hanya bintang itu saja yang dapat aku lihat. Meski bintang-bintang lainnya bersinar seterang apapun, semuanya sama saja bagiku, kecuali satu bintang. Bintang yang dalam terangnya aku bahagia, dan yang dalam redupnya aku pun berduka. Bintang yang begitu jauh dari genggam jangkauan tanganku, namun entah mengapa begitu dekat dari letak sudut hatiku

Bintang yang mungkin tak pernah sekalipun sadar
bahwa aku
ada

Tuhan, bintang itu ciptaanmu, aku tahu. biarkan ia terus menjauh bersama bulan dan bantulah aku mengikhlaskannya. bantulah aku untuk tidak lagi hanya menatap satu bintang itu saja, karena bila terus begini akan begitu KELAM lah duniaku.
Cukupkanlah bagiku hanya Engkau saja yang menerangi hati.

terima kasih untuk hadirmu

Kamis, 21 Oktober 2010
di kamar kost ku yang hening

baru saja ditelpon oleh seorang yang teramat kusayangi karena Allah

Awalnya, aku mulai putus asa. Kehidupan baru ini membuat jiwaku serasa meronta, melawan tanpa daya. Semua mulai tak terkendali dan aku yang dulu perlahan pergi. Diri ini serasa bukan milikku lagi. Melihat begitu banyak hal 'aneh' yang terjadi bertubi-tubi dan dianggap 'lumrah' disini, aku mulai resisten, resisten atas semua keanehan itu dan yah, biasa saja. Hidupku ini serasa tak berbentuk lagi, tidur di siang hari saat seharusnya aku melahap nikmat semua ilmu dan terbangun di malam hari untuk kemudian tergesa mempersiapkan diri. belajar di saat seharusnya aku terlelap dalam mimpi, dan bermimpi di saat seharusnya aku belajar.

Aku benci begini. Aku ingin kembali. menjadi diriku yang dulu lagi. menjadi selalu lebih baik dikemudian hari. Aku benci dan mulai meragukan semua ini. Meragukan apakah keputusan yang kubuat ini adalah mimpi yang pada realitanya, tak seharusnya kumiliki??aku sendiri pun tak mengerti. Aku ragu apakah aku dapat bertahan begini bila terus sendiri??

Namun, hikmah itu datang dari seorang yang teramat kusayangi karena Allah
sosok luar biasa yang lebih muda dariku, namun sesungguhnya bersikap jauh lebih dewasa dibanding aku..
sosok indah yang terlihat lebih halus perasaannya, namun sesungguhnya ia lah yang selalu menguatkanku...

sosok yang sangat kusyukuri kehadirannya dalam hidupku



terima kasih saudariku, atas hadirmu, dan atas sebuah KALIMAT yang pada akhirnya selalu dapat membuat aku yakin, bahwa diri ini akan selalu berdiri lagi setelah jatuh berulang-ulang dan bertahan lagi setelah kalah berkali-kali...

sebuah kalimat,
"Apapun yang terjadi, bagaimanapun pendapat orang lain, aku tetap bangga sama kamu"

anauhibbukafiLLah ukhti


Juga untuk saudari-saudariku yang lain. terima kasih untuk warna kalian yang indah, dalam lukisan kehidupanku ini. Semoga aku pun berkesempatan untuk menjadi warna yang indah dalam lukisan kehidupan kalian.
Y Allah, bahagiakanlah saudari-saudari yang teramat kusayangi. amin.
^^