Tuesday, March 20, 2012

idola nomor 5 saya :")


kaget?
haha. jarang-jarang kan saya pajang foto seseorang di blog pribadi ini. ada yang ga tau siapa idola nomor 5 saya ini? sebenarnya saya jarang mengidolakan sesorang lho. saya tipe yang skeptis kalau boleh dibilang. hehe. tapi setelah sedikit kepo-kepo, saya sangat terinspirasi dengan sesosok lelaki diatas.

let me begin...

beberapa waktu lalu, seperti biasa saya menonton film korea via youtube, tiba-tiba saya dengan iseng memilih salah satu m/v yang menjadi soundtrack dalam suatu film. judulnya Haru-Haru (maksudnya Day by Day). waah. lagunya bagus. nama boybandnya BIGBANG. tapi waktu itu saya masih biasa aja. disuatu kesempatan berbeda, ketika luang dan ga ada kerjaan, saya search di youtube dengan keyword BIGBANG. sesaat saya agak kaget. berapa biasanya jumlah views yang anda lihat pada sebuah video di youtube? 1000? 100.000? semua video BIGBANG di youtube diviews selalu hampir oleh 5 jutaan orang. spesial banget kayaknya. karena emang pada dasarnya saya kepo kan ya, saya tontonin semua m/v nya. eh, keren ternyata. m/v selesai saya beranjak ke reality show. wah menarik juga.

setelah beberapa lama kepo, saya sangat tertarik. pertama kali saya menunjukkan salah satu video musik mereka ke teman saya, ia langsung terkejut. selain karena memang saya dulunya dan memang seharusnya bukan tipe cewek yang mengidolakan boyband korea, namun ia juga terkejut karena menurutnya mereka jelek tidak cakep. teman saya itu bahkan tidak mendengarkan lagu mereka sampai selesai karena dandanan mereka yang nyentrik cukup mengganggunya. fuuh. ya saya memang tidak bisa memaksakannya, bukan? aneh memang. honestly, saya lebih suka main basket dibanding boneka barbie, lebih sering tanding bola berdarah-darah dibanding belajar nari, tapi saya memang bukan tipe cewek yang suka korea biasanya (dipikiran saya, biasanya cewek yang suka korea adalah cewek yang manis. believe me, saya gak manis). namun entah mengapa mulai saat itu, saya tertarik dengan boyband yang satu ini. sangat.

saya pun mengikuti perkembangan mereka. mulai dari m/v, reality show, news, album semua saya kepo-in selama beberapa bulan belakangan. awalnya saya suka BIGBANG karena mereka unik. jarang kan, boyband yang setiap personelnya juga ternyata punya album solo sendiri-sendiri, biasanya mereka berani rame-rame. jarang banget juga boyband korea yang mau ambil hip hop plus electronic pop, biasanya mereka mellow gitu kan lagu-lagunya. jarang lho boyband korea yang bisa punya fans fanatik hingga negeri paman Sam dan Eropa. pokoknya bagi saya waktu itu BIGBANG unik! jd saya suka, hahaha #selfish mode:on. tapi setelah kepo lebih jauh lagi, ke-idola-an saya menjadi agak spesifik, saya mulai tertarik dengan sosok dibelakang semua keunikan BIGBANG, their leaders, GD.

perkenalkan...
idola baru saya, idola nomor 5, GD atau G-Dragon, nama aslinya Kwon Ji Yong. ia lahir tahun 1988, itu artinya kini ia berusia sekitar 24 tahun (eh? bener gag ya?). yaah seumuran abang sepupu saya yang baik hati :P yap, in my opinion, dia dalah sosok besar yang melatarbelakangi keunikan BIGBANG sebagai sbeuah boyband. memang, personel lain ga kalah berbakat dan hebat, tapi GD menyatukan mereka dalam sebuah harmoni kesempurnaan. GD adalah pemimpin mereka. sebagai seorang idola saya rasa ia nyaris sempurna. suaranya, dance-nya, wajahnya, kepemimpinannya, perhatiannya, kecerdasannya, talentanya. oya, FYI, talentanya bukan hanya menyanyi, tapi juga menulis lagu. bukan hanya menari, namun juga menciptakan koreografi. bukan hanya perform dengan baik, melainkan juga menyempurnakan performa anggotanya. bukan hanya tampil modis, tetapi juga menjadi fashion stylist. mulai tertarik?

belum selesai. yang paling meyakinkan saya untuk meletakkan ia diposisi yang cukup tinggi (idola nomor 5) saya adalah  perjuangannya, kerja kerasnya. beberapa saat yang lalu saya menghabiskan waktu menonton serangkaian film dokumenter mengenai masa-masa dimana mereka menjadi trainee. di korea sebelum kamu boleh debut sebagai artis, kamu harus dilatih mati-matian untuk jadi artis yang pantas. ketika saya menonton episode khusus GD, saya benar-benar terinspirasi. dia, benar-benar membuat saya merasa pemalas. seriously, dia benar-benar pekerja keras. kalau melihatnya sekilas mungkin kita berpikir dia lebih sering belanja, jalan-jalan, tebar pesona dan lain-lain.

dari film dokumenter itu dan pengetahuan saya hasil kepo selama ini, ia sangat sering begadang justru untuk menulis lagu. ia tak pernah bolos kelas pada saat jd trainee dan selalu tampil maksimal meski itu cuma latihan. meski capek, ia justru menghibur dan menyemangati anggota-anggotanya. meski bosan, ia berlatih lagu yang sama, gerakan yang sama, beratus bahkan mungkin beribu kali hingga sempurna. skandal? sering banget, soal cewek, plagiarisme hingga yang baru-baru ini soal marijuana. tapi ia tak menyerah, meski jatuh berulang kali, berdiri dan berlari lagi selalu menjadi keahliannya. sakit? jangan tanya berapa kali, tapi meski demikian ia tetap menyanyi, menari, belajar. pasti dia pusing. :"]

penasaran? :)
silahkan cari tahu lebih banyak tentang dia, saya sudah kehabisan kata-kata, hehe. dengerin juga lagu-lagu mereka ya, dengan seksama rasakan dalam-dalam hasil kerja keras mereka. for you GD, keep up the good work dan terimakasih karena telah menginspirasi saya \^^ saya akan berjuang, fighting!

Monday, March 19, 2012

that random-cheerful little girl :D

ceria. kamu pikir saya ceria?
satu kata yang kamu selalu anggap merepresentasikan saya.

saya ceria. mungkin karena dulu, sewaktu kita anak anak baru beranjak dewasa saya masih suka mencubit lengan kekarmu karena mengejek saya tidak bisa main basket. mungkin karena saya masih suka melakukan high-five kita yang selalu berakhir tawa keras hingga sakit perut. mungkin karena saya masih bisa menginjak kaki kamu keras-keras karena menarik ujung rambut saya.

saya ceria. mungkin karena dulu, sewaktu kita remaja akan dewasa, saya masih bisa berbagi pembahasan soal biologi sambil sesekali mengatakan 'dasar bodoh'. mungkin karena saya masih bisa meneriakkan nama kamu keras-keras disamping lapangan sembari mengutuki "larinya yang kencang dong! haha". mungkin karena saya masih bisa mendengar cerita sastra kamu yang berputar-putar dan panjang saat kita duduk diteras asrama pelatihan.

jika hal-hal itu yang membuat kamu menyatakan saya ceria
maka kini maaf saja saya tidak lagi bisa. seceria yang kamu kira.
dan kamu tahu mengapa?

saya bukan lagi anak anak baru beranjak dewasa atau remaja akan dewasa.
lagipula, yang terpenting adalah karena..

entahlah saya tidak bisa menuliskannya.

our future will totally different. mine, is going to be rough and severely hard. just don't want to get you trapped here, looking sadly on me who keep falling down and stand up then falling down again
please just cheer your self up, always. 

Tuesday, January 31, 2012

masih tentang Good-Natured Realist

child care? yeee \^o^/ i'm a good mother wanna be. amin :)
sumber : google picture

The Good-natured Realist

tes kepribadian ini bagus lho. 

hasilku : 
Good-natured Realists like you are warm-hearted, helpful personalities. You do your work conscientiously and you have a pronounced organising talent. You are committed to traditional values. The family in particular is extremely important to Good-natured Realists. Your greatest pleasure is making yourself useful and taking care of other people. But you do not like pushing yourself to the fore; you prefer to fulfil your tasks out of the limelight. Good-natured Realists are real workaholics; you are very reliable and nothing is too much for you when it is a question of completing a project. Thoroughness, conscientiousness and sense of duty are your strongest points. You prefer established and familiar situations to new and unknown situations.

In dealing with others, Good-natured Realists are considerate and obliging; you are always happy to put aside your own requirements in the interest of your family and friends. Your home very well cared-for, cosy and tidy. Your perfectionism on the one hand and your aversion to delegating tasks on the other hand often lead to you taking on too much both professionally and privately. You cannot stand discord; conflicts make you very unhappy. One could almost describe you as being harmony-addicted - and this sometimes leads you to strongly neglect yourself and your own wishes because you are unable to bring yourself to put up a fight.

As a Good-natured Realist you are one of the introverted personality types. Consequently, you don’t appreciate too much commotion around you so you can devote yourself to your task with sufficient intensity and concentration. You can work very well alone and while being immersed in a task, you don’t appreciate to be continuously interrupted or disturbed.

Nevertheless, your need for harmony and your adaptability make you a good team worker if necessary. Therefore, you are relatively flexible when choosing your working environment, and have the ability to decide which setting you prefer. A profession that gives you the feeling that you are doing something for other people is important to you. Good-natured Realists are very caring people and enjoy taking care of others. Despite your introverted personality and because you are a feeler-type, it is easy for you to put yourself in the place of others and sense their needs. You are most comfortable in a one-on-one situation; you are less enthusiastic about delivering speeches to major groups. At any rate, when choosing your profession, make sure to surround yourself with people who share your personal ideals and convictions, and on whom you can count to work with you. Too many obstacles to your caring for and supporting others make you unhappy.

For you, it is important to depend on a clear and structured workflow. You need time to prepare yourself for new demands, possibly acquire new competencies, and finish one task after the other. As a matter of fact, you are less opposed to routine work than many other personality types. To a certain extent, you don’t mind dealing with them. In your workday, some diversions should naturally be available, but juggling three balls at the same time isn’t something you enjoy doing because you would be concerned that the quality of your work would suffer. That would be a nightmare for your perfectionist expectations of yourself and your accomplishments.



how is it? do you think it's really me? :)
kamu? silahkan : www.ipersonic.com 

Tuesday, January 24, 2012

why did the disease choose me?

pagi hari yang wangi seperti ani-ani

sebenarnya saya sedang turun semangat. saya mengalami suatu penurunan yang menurut saya cukup drastis dalam hal pendidikan, belakangan ini. beberapa hal tidak berjalan sesuai dengan rencana. hal yang saya janjikan pada orangtua pun, akhirnya untuk kali ini, terlanggar oleh saya. saya benar-benar tidak enak. kecewa pada diri sendiri.

namun keisengan tadi malam membuat motivasi saya menjadi dokter bangkit kembali
tau apa? tadi malam saya begadang, hampir tidak tidur sama sekali semalaman. saya iseng, menonton sebuah drama jepang yang berjudul "1 Litre of Tears". baru beberapa episode awal, saya sudah salut pada pemberi judul drama tersebut karena tisu-tisu saya memang sudah berhamburan karenanya.


saya suka sekali. suka sekali drama ini. dulu waktu diadaptasi oleh indonesia menjadi sebuah film berdurasi singkat, saya juga suka sekali. saya belajar banyak karenanya, apalagi pas denger sebuah pertanyaan dari tokoh Aya :
Why did the disease choose me? I cannot carry it, if it's just for the word "fate".
ketika itu. mata saya benar-benar berkaca-kaca. tahu apa yang membuat saya merasa sangat sedih? karena saya seorang dokter. seorang calon dokter yang seharusnya kelak mampu menjawab pertanyaan Aya. "Mengapa penyakit ini memilih saya, Dokter? Saya tidak dapat menanggungnya, jika anda hanya bisa menjawab bahwa ini takdir". tidak. saya pun tidak sanggup menjawab demikian saja. tidak untuk pasien-pasien saya yang akan menghadapi badai besar dalam kehidupannya. untuk pasien-pasien saya yang menaruh harapan besar dalam tiap tutur kata saya, saya tidak sanggup hanya menjawab demikian.

lalu apa?

lalu apa yang bisa saya lakukan jika keadaannya memang demikian? jika memang penyakit ini belum ada penyebabnya, belum ada terapinya. lalu apa yang bisa saya lakukan. baiklah, biar biar saja kata orang apa tentang nilai-nilai saya, biar saja kata orang apa tentang kesibukan yang mengurangi sebagian volume pipi tembem saya, biar saja mereka bilang apa tentang remedial yang saya jatuh bangun hadapi. biar biar saja.
toh, saya menjadi dokter bukan untuk mereka.

tapi untuk pasien-pasien saya kelak di masa depan. untuk pasien-pasien seperti Aya yang menatap mata saya penuh harap atas jawab pertanyaannya. saya tak rela membiarkan mereka berperang melawan penyakitnya, hanya dengan sepenggal kata "takdir" dari mulut saya. saya akan baca, pahami, pelajari, teliti, selidiki, sampai suatu saat saya temukan jawaban lebih dari sekedar takdir, sampai suatu saat saya temukan terapi lebih dari sekedar semangat. walaupun harus jatuh dan bangun, tertawa dan menangis, bahkan berdarah dan terluka, perjalanan ini tidak akan terhenti, saya janji. pada diri sendiri. saya janji. jika Allah mengijinkan, saya harap saya dapat menjadi perantara kesembuhan dariNya. amin.

“Ya Alloh Robb sekalian manusia, hilangkanlah malapetaka. Sembuhkanlah karena sesungguhnya Engkaulah yang menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan rasa sakit” 
(Shahih Bukhori: 5743, Shahih Muslim: 2191).

ganbate yoo \^O^/

Thursday, January 12, 2012

serpihan

saya malu.
terutama kepada diri saya sendiri.
karena telah terlalu angkuh membaca tanda-tanda langit. karena telah terlalu sombong meraba warna-warni temaram malam. sayap saya telah patah. melambungkan diri terlalu tinggi adalah kesalahan saya sendiri. tidak, tidak apa. kini, ketika langit tidak lagi menjadi atap bagi dunia saya, Anda cukup menjauh saja. sungguh. tinggalkan saya sendiri, dan semua akan benar-benar baik-baik saja.
dan
saya berjanji, untuk bangkit lagi, jauh lebih tinggi. dari Anda dan dunia Anda. hingga menjadi debu saja bintang saya selama ini. saya berjanji, untuk tidak ada tangis lagi, setelah malam ini. selamanya. hingga hati saya menjadi baal akan luka, sebesar apapun itu. saya berjanji untuk menjadi yang terbaik. dari mereka yang Anda beri hati. hingga sayalah bintang bagi seseorang yang akan sangat amat saya hargai, esok hari. saya berjanji. 
lagipula
saya punya Allah. Ia yang menciptakan Anda dan saya. Ia punya kekuatan tak terbayangkan. maka mudah bagiNya, menjatuhkan serpihan kekuatan itu kedalam jiwa saya. saya punya Mama. yang entah dengan apa, mampu menopang beban hidup sebesar dunia hanya dengan pundak hangatnya. maka sempurna baginya, menyelusupi kemampuan itu kedalam pribadi saya.
hingga suatu hari nanti. saya mampu menghadapi dunia dengan berani (lagi).
:)

ps. terimakasih dan maaf. untuk diri saya sendiri. terimakasih untuk perjuangannya. maaf untuk luka-lukanya. semoga cepat sembuh, semoga cepat dewasa. 

sudah lama~

Mohon maaf ya. Saya lupa passwordnya, haha :)
Yak semangat menulis lagi yooo \^^/