saya malu.
terutama kepada diri saya sendiri.
karena telah terlalu angkuh membaca tanda-tanda langit. karena telah terlalu sombong meraba warna-warni temaram malam. sayap saya telah patah. melambungkan diri terlalu tinggi adalah kesalahan saya sendiri. tidak, tidak apa. kini, ketika langit tidak lagi menjadi atap bagi dunia saya, Anda cukup menjauh saja. sungguh. tinggalkan saya sendiri, dan semua akan benar-benar baik-baik saja.
dan
saya berjanji, untuk bangkit lagi, jauh lebih tinggi. dari Anda dan dunia Anda. hingga menjadi debu saja bintang saya selama ini. saya berjanji, untuk tidak ada tangis lagi, setelah malam ini. selamanya. hingga hati saya menjadi baal akan luka, sebesar apapun itu. saya berjanji untuk menjadi yang terbaik. dari mereka yang Anda beri hati. hingga sayalah bintang bagi seseorang yang akan sangat amat saya hargai, esok hari. saya berjanji.
lagipula
saya punya Allah. Ia yang menciptakan Anda dan saya. Ia punya kekuatan tak terbayangkan. maka mudah bagiNya, menjatuhkan serpihan kekuatan itu kedalam jiwa saya. saya punya Mama. yang entah dengan apa, mampu menopang beban hidup sebesar dunia hanya dengan pundak hangatnya. maka sempurna baginya, menyelusupi kemampuan itu kedalam pribadi saya.
hingga suatu hari nanti. saya mampu menghadapi dunia dengan berani (lagi).
:)
ps. terimakasih dan maaf. untuk diri saya sendiri. terimakasih untuk perjuangannya. maaf untuk luka-lukanya. semoga cepat sembuh, semoga cepat dewasa.

No comments:
Post a Comment