satu kata yang kamu selalu anggap merepresentasikan saya.
saya ceria. mungkin karena dulu, sewaktu kita anak anak baru beranjak dewasa saya masih suka mencubit lengan kekarmu karena mengejek saya tidak bisa main basket. mungkin karena saya masih suka melakukan high-five kita yang selalu berakhir tawa keras hingga sakit perut. mungkin karena saya masih bisa menginjak kaki kamu keras-keras karena menarik ujung rambut saya.
saya ceria. mungkin karena dulu, sewaktu kita remaja akan dewasa, saya masih bisa berbagi pembahasan soal biologi sambil sesekali mengatakan 'dasar bodoh'. mungkin karena saya masih bisa meneriakkan nama kamu keras-keras disamping lapangan sembari mengutuki "larinya yang kencang dong! haha". mungkin karena saya masih bisa mendengar cerita sastra kamu yang berputar-putar dan panjang saat kita duduk diteras asrama pelatihan.
jika hal-hal itu yang membuat kamu menyatakan saya ceria
maka kini maaf saja saya tidak lagi bisa. seceria yang kamu kira.
dan kamu tahu mengapa?
saya bukan lagi anak anak baru beranjak dewasa atau remaja akan dewasa.
lagipula, yang terpenting adalah karena..
entahlah saya tidak bisa menuliskannya.
our future will totally different. mine, is going to be rough and severely hard. just don't want to get you trapped here, looking sadly on me who keep falling down and stand up then falling down again
please just cheer your self up, always.
No comments:
Post a Comment