Malu?
agak sedikit beda dengan temenku si cantik Yani, aku orangnya gak pemalu. kyahahaha. jadi kalau
disuru milih cerita paling memalukan selama masa muda ya jadi bingung milih yang mana, abisnya
banyak, dan akunya ndak malu-malu bener juga sih :p
satu-satu dulu kali ya, bismillah mudah-mudahn ada hikmahnya buat temen2 dan para pembaca
sekalian (adases!). yaah setidaknya menghibur.
TK
aku dulu kecil rambutnya pendek, pirang karena sering main dibawah terik matahari sore-sore.
terus suka main sama anak laki-laki, sepak bola, takraw, gundu, dll. tapi agak heran juga
sebenernya banyak case kayak gini yang mungkin agak memalukan -->
Tiara dan Nenek berjalan menuju Mushalla dalam rangka jalan-jalan sore. Tiara melihat
segerombolan anak lelaki sedang bermain bola di halaman Mushalla, hal ini sangat menarik
perhatiannya, sehingga ia berlari mendekati sekumpulan anak lelaki tersebut dan dengan lantang...
"TEMEN-TEMEN, AKU IKUT YA MAIN BOLANYAAAA!!!"
zzzz
semua bocah lelaki terdiam melihat ke arah Tiara yang siap menerjang benda bundar itu. ternyata,
satu dua tiga! semua lenyap. si pemilik bola mengambil langkah seribu menyelamatkan bolanya, si
teman-temannya yang tadi bengong karena sumber suara aneh itu adalah seorang bocah
perempuan rambut pendek dan pirang dan tidak mereka kenal pun berlari pontang panting,
menyelesaikan permainan.
syuu
angin bertiup pelan menggulirkan dedaunan di halaman. semua hilang.
"Sudah, kamu main sama nenek saja ya" ucap Nenek mengalihkan :p (love u nek!)
SD
kelas 6, aku kebagian nampilin tarian modifikasi antara tradisional ama modern, entahlah namanya
apa, yang jelas agak2 islami gitu. dalam penampilan kali ini kami diwajibkan menggunakan baju kurung yang panjang dan dalam, ceritanya islami, muslimah sejati. kami latihan berhari-hari, aku sampe hapal lagunya dalam hati :p
hari H, kyaaa aku semangat sekali. musik mengiringi dan kami mulai menari. teman-temanku lancar sekali. mereka cantik dan wangi. padahal aku paling tinggi, tapi baju kurung ini, rasanya agak aneh, kepanjangan sekali. firasatku benar...
beberapa saat setelah suara hati, aku menginjak ujung baju kurung yang membuatku jatuh ke belakang panggung. disana ada tirai warna warni yang ikut berai tertimpa badanku. orang-orang diam, panik, was wes wos, bahkan teman-temanku berhenti menari.
aku kaget...
tapi lagunya masih bunyi. entah apa yang aku pikirkan ketika itu, aku ke depan. sakit, sedikit, tapi lagunya masih bunyi. aku naik panggung lagi. bediri di posisi, nari. hihi. pak kepala sekolah bingung, alih-alih bertanya, suara musik membuatnya bingung harus gimana. yaudah, teman-temanku juga nari lagi. semua seperti tak pernah terjadi! :D senang mereka memaklumi.
hmm meski tirai panggung jadi berai...
TO BE CONTINUED (may be) dengan cerita memalukan SMP, SMA, Kuliah dan selanjutnya :D :D
No comments:
Post a Comment