Saturday, June 22, 2013

si kakak

Sesosok sempurna yang kusayang secukupnya 

Kami dekat tidak dari awal masa perkuliahan. Awal jumpa biasa-biasa saja. Aku cupu kayaknya, sementara ia begitu istimewa. Namun, waktu membuat kami lebih memahami dan belajar menginspirasi. Berada dalam dua organisasi bersama lantas menjadikan kami si kembar siam yang kerap tertukar sapa. 

Kakak. Aku memanggilnya begitu bukan karena dia lebih tua. Bukan karena dia lebih dewasa. Apalagi karena ingin menguji kesabarannya dengan bersikap manja. Bukan, kak :) sedari kecil aku hanya anak pertama, kakak menginspirasiku luar biasa. Maka bolehkah, aku menyanjungnya, sosok terkasih dalam dirimu yang kusayang secukupnya, dengan panggilan itu?

Tentang belajar menghargai setiap orang bagaimanapun latar belakang dan kondisinya. Tentang sikap positif yang kemudian mengakar dalam diri kita. Tentang tidak menghakimi orang lain dan memahami bahwa standar-nilai kita berbeda-beda. Tentang self motivation. Membalas pesan segera karena khawatir pengirimnya menanti, seremeh apapun pembicaraannya. Menghargai waktu tapi tetap riang-riang melaluinya. Tsiqoh tapi tetap lantang dan berani menjadi diri sendiri. Dan senyum lebar khas yang selalu mengakhirawali percakapan kita.

Pernah beberapa kali berdebat dan berbeda pendapat mungkin membuat kita bingung. Kadang aku menjadi lemah karenanya. Tapi semua seperti biasa, selalu mengawali pembelajaran baru bagi diri ini 

Terkadang pemikirannya begitu unik atau rumit, tak kumengerti. Begitu kompleks dan berbeda dari semua. Tapi itu yang membuatnya istimewa. Tidak usah memaksakan diri memahami atau mengerti, cukup sediakan waktu untuk mengamati, maka akan lahir inspirasi-inspirasi. 

Ia juga terlibat dalam acara sastra yang kuketuai ketika itu. Menjadi komponen utama, ia sangat bisa diandalkan. Menegur dengan sindiran manis, mengambil alih ketika kondisi membutuhkan, marah dengan penuh keanggunan, mempersuasi dengan kemampuan tingkat tinggi. 

Mimpi besar telah jelas dirangkainya. Silaunya masa depan kerap menjadi kekuatan terbesarnya. Roti kacang kesuakaan yang sering kujadikan sogokan sangat lahap disantapnya pelan-pelan. Sikap sangat memperhatikan dan menghargai hal-hal detail membuatku mawas akan sikap cerobohku kini. Pelan-pelan perbaiki, sebagaimana nasihatnya menyentuh hati. 

Secukupnya, sesuai takaran saja. Karena dengan begitulah, sayuran menjadi gurih karena garam, roti menjadi pas mengembang, dan langit menjadi biru tenang, tidak terik atau mendung kelam. Begitu sayang paling benar yang kekasih ayahku ajarkan, maka ijinkan kakak menjadi salah satunya. 

Semoga kita begini selamanya. Tetap saling menginspirasi dan senyum kelinci. Salam sayang, jerapah. :D

Sunday, May 12, 2013

gagpapa ya? :D

haloha.

belakangan orang-orang suka komentar "kok kamu hipotim? enggak secerah biasa.", "kenapa enggak ketawa-ketawa? banyak banget amanahnya ya", "kamu kok sedih, pasti gara-gara aku gak becus. maaf ya" (yang terakhir ini dari Panda, ga abis-abis gombalnya).

kenapa? saya kenapa?
hei temantemin maaciw banget udah peduli :") soalnya sebenernya saya gagpapa haha. kalian sensitif sekali atas perubahan yang saya rasa ga banyak ini. saya hipotim ya? kalian suka ga? saya pikir, ini adalah wujud normalnya. sebelum-sebelumnya saya cuma berlebihan aja, karena saya memang begitu kata beberapa berkali-kali.

saya pikir.

lalu ada yang berkata-kata "gagpapa tahu hipertim, menghibur. as always"
well, kita ga bisa nyenengin semua orang dalam satu waktu, right? jadi saya apa adanya aja gimana? hehe. hiper atau hipo, tapi ini saya. jadi gagpapa ya? :) saya sayang kalian semua *peluk*

buat diri saya, cepat besar :*

Tuesday, May 7, 2013

Senja dan Semburat Jingga Tanpa Kata

Terjatuh bagai daun berguguran, aku di hadapan pintu. Entah bagaimana pertahananku runtuh dengan hanya sebuah telpon singkat dari negri seberang sana. Pinggiran gaun hitam telah menjadi binasa atas remuk tanganku. Dan dengan hati-hati aku menutup mulut, agar isak lemahku tak terdengar. 
**

Entah bagaimana selama ini aku mencintai hujan. Mereka kadang membawa banjir dan kelam langit bak malam. Mereka kadang becek membingungkan dan menyiratkan kesedihan. Tak sedikit orang merutuki fenomena alam satu ini. Pejalan kaki yang terciprat basah di tepi jalan. Pengendara yang berdecak kesal karena macet dan ributnya perempatan. Ibuibu rewel yang berebutan dengan alam menyelamatkan cucian di temaram tepi perumahan. Haa...

Di sudut jalan...
Aku malah menghirup wewangian. 

Andra selalu berkata, dulu, hujan ini menyukaiku. Membuntutiku kemana-mana mengganggu permainan basketnya. Tak pernah kukatakan memang, tapi kurasa senja menyenanginya, bak hujan mencintaiku katanya, senja dengan semburat jingga itulah waktu terbaik baginya. 

Ketika senyum ribuan wattnya menerangi permainan kami. Waktu terbaik baginya menghabiskan masa membunuh senggang bersama gugur daun tepi lapangan. Senja dan semburat jingganya, bagiku adalah selalu dia. Mengantarkanku pada malam, tempat paling kusenangi, sekaligus masa paling kutakuti. 
**

Maka harus bagaimanalah aku? 
Andika. Ia selalu tahu segalanya. Mulai dari bagaimana itu bentuk asal usul guna rupa dan segala rasi bintang di langit sana, hingga jenis nama ras dan keturunan asli berbagai anjing kesayangan. Mulai dari tajwid dan hafalan qur'an hingga dimana letak taman bunga dengan tulip dominan. Ia, manusia paling tahu yang pernah kukenal. 

"seperti apa rupa alien?", "bisakah bintang suatu hari hilang dan muncul lagi?", "dapatkah kita membuat matahari sendiri?", "kenapa senja warnanya jingga?"

Segelintir dari segenap pertanyaan bodoh yang selalu dengan sabar Andika jawabkan untukku. Dengan penuh kesabaran, dengan penjelasan paling logis yang bisa ia berikan, dengan gaya menyenangkan dan tidak menuntut komentar panjang dari si bawel macam aku. Tak jarang ia tak mengerti pertanyaannya atau tak bisa menjawab segala, dengan gumam "hmm" panjang, ia sogok aku dengan senyuman. 

Andika. 
Bolehkah aku bertanya untuk begitu banyak kali?
Bagaimana caranya, menghilangkan fase senja dalam siklus harian? Bukankah ia tak pernah ada dalam tiga mata rantai periodik utama siklus perputaran pagi-siang-malam?

Karena kini tiap aku melewatinya, tak mampu lagi ada kata. Bahkan untuk memahaminya, aku kini putus asa. Untuk keserbatahuanmu yang luar biasa, dapatkah kau tolong aku melaluinya?
**

Saturday, March 30, 2013

sudut meja belajar

mau spoiler sedikit bagian kamar :p

sudut meja belajar saya berantakan banget super dah. tapi ini sumber inspirasi paling asyik hahaha. monggo dilihat dulu sebentar. maap yak pemandangannya kurang enak.


nah mulai dari yang paling sudut kiri ya.
1. Tissue :D
saya suka pake banyak tissue. ingusan dikit, satu lembar tissue melayang. bersin sedikit, satu lembar tissue dibuang. cuci tangan, minimal dua lembar dipake. maapkan saya pejuang kelestarian lingkungan .__. saya akan berusaha merubah sikap ini. tumben sih ini saya pake yang ukuran kecil, biasanya beli yang merk paling murah dengan jumlah lembar paling banyak.
2. Pigura dengan gambar mama
ini pigura ijo hadiah dari temen saya 'si romantis' Gadis waktu saya ulang tahun ke 20. hiks terharu super terharu. mereka berhasil membuat saya nangis kayak anak kecil. muucih Gadis sayang :* karena enggak ada foto yang seukuran pigura nya maka jadilah saya gambar tangan saja sosok yang saya rindukan ketika itu. mama <3
3. Jam weker maut
gila ya ini. jam weker maut paling ampuh. tanya aja ama si kecil yang pernah menginap di kamar. saya setel jam 3 pagi. tapi begitu berdering, naudzubillaah~ KRINGGGG!! saya langsung berdiri dibuatnya. hahaha. dan marah-marah sendiri. makasih ya jam weker maut, udah bangunin tiap pagi.
4. Notes kuning
entah ya ini gunanya apa. cuma waktu tiba-tiba perlu kertas atau gmana ya saya comotnya dari sini aja. dalamnya masih putih bersih. soalnya belum pernah dipake cuy :p
5. Post it warna-warni
ini yang saya tulisin to do things terus ditempel dimana-mana. mulai dari sudut meja, sudut TV, sudut laptop sampe kamar mandi. haha. saya suka warna-warninya, bikin semangat buat ngerjain to do things yang tertulis di atasnya.
6. Pembatas buku gambar cewek2 jepang
itu hadiah lagi lho ;;) waktu tukaran kado di teambuilding bidang kesekretariatan Media Aesculapius FKUI, saya dikasi ini sama teman saya Niko. makasih ya. imut banget. sekarang sudah tinggal setengahnya, soalnya udh pada ilang-ilangan.
7. Bunga tulip dan botolnya
hahaha alay banget ga sih di sudut meja ada bunga? biarin. ini hadiah juga soalnya dari tante saya waktu dia kerja ke Belanda. karena ga ada tempat jadilah saya masukin ke botol bening. di dalam botolnya saya isi bintang-bintang origami warna-warni.
8. Kotak serbaserba
kotak ini isinya pin, pentul, gunting kuku, ikat rambut, dan lain-lain. warnanya ijo, matching sama tempat stationary berbentuk penguin diatasnya (ketutupan kotak jam). di depan kotak serbaserba ada dua kotak jam yang isinya malah pin x_x.
9. Gelas
saya ini suka minum. literally. banget. sampe-sampe suka dikatain "unta" ama si kecil. sehari bisa bergelas-gelas, berbotol-botol, bergalon-galon. terutama teh sih hihi. ayo minum yang banyak biar sehat teman-teman :D

gitu deh sudut meja belajar. awalnya saya mau bikin semua lebih dominan berwarna hijau. tapi akhir-akhir ini saya suka merah dan orange. akhirnya warna-warni deh, yaudah saya suka :)

Friday, March 29, 2013

si kecil

seorang baru yang melewati batas-batas pertemananku.

sosoknya yang kabur dalam ingatan, dua tahun kami satu atap bersama tidak membuatku lantas begitu mengenalnya. maklum, teoriku tentang hubungan antarmanusia sedikit berbeda dari orang kebanyakan. tentang jarak yang harus dijaga, tentang sikap yang harus dipilih, tentang rasa yang perlu disimpan, begitu ibu mendidik diriku dalam tiap-tiap langkah.

kami mulai saling bersapa dengan nada istimewa ketika ia dengan mantap menerima tawaranku menjadi penanggungjawab bidang suatu kepanitiaan. sementara aku meregang tekad menjadi ketua panitia acara yang begitu aku perjuangkan karena temanya sastra, ia disana meyakinkanku bahwa ia akan meminjamkan keahliannya menggaet rejeki. ku iyakan saja, tanpa target-target, tanpa ekpektasi, hanya dengan modal semacam janji bersama menyelesaikan pembuktian.

aku dan teman-teman. memperjuangkan sebuah pernyataan seseorang yang telah dengan berani menantang kami. sayang, ia bermain dengan orang yang salah. aku pendendam, dalam arti yang baik. aku akan buktikan. maka aku selesaikan dengan sepenuh upaya acara itu agar kami kembali percaya diri.

panjang. banyak yang harus ku lalui. terutama dengan anak gadis satu ini. ia suka sekali mengambek. karena teman-temannya tak mau bergerak, bekerja membantunya. ia suka sekali pesimis, lantas tidak berkata-kata, karena ekspektasi-ekspektasinya seputar kesempurnaan belum terwujud dalam upaya kami. awalnya aku kira ia hanya kekanakan, maka kutemani tiap langkahnya.

acara itu bagus.
meski tak seberhasil harapanku, aku puas sudah bertahan, dan belajar banyak hal.

selepas acara ini, ikatan kami tidak lagi semacam dulu. tentang ia yang kabur dari ingatanku, tentang aku yang hanya dikenalnya sebagai ketua keputrian penuh keanggunan. haha. ini menyenangkan, begitu mengenal sosoknya lebih dalam, sungguh aku belajar banyak hal di luar yang selama ini aku kira bisa pelajari.

tentang dedikasi dan kesungguhan. jangan pernah meremehkan amanah sekecil apapun. menjadi terbuka terkadang adalah baik dan dapat menyelesaikan masalah. tidak selamanya seorang pemimpin harus selalu paling kuat, justru dengan menjadi jujur apaadanya, orang yang kamu pimpin akan dengan senang hati dan penuh hormat meminjamkan kepercayaan.

tentang tidak lagi melalaikan waktu, tentang bagaimana menjadi produktif untuk sebuah passion bahkan dengan mengorbankan banyak hal. tentang tidak men-cap benar-salah sesuatu, melainkan menganalisisnya lebih dalam dan kemudian sedikit santai menikmati. tentang menjadi menarik dari dalam diri, dengan kapasitas pribadi. tentang menjadi dewasa dengan sedikit percik kekanakan. tentang memanfaatkan setiap tantangan dan menjadikannya kesempatan.

orang ini. benar-benar. menyebalkan. haha.
entah dengan apa ia membantuku menjadi lebih baik dalam banyak hal. meski dengan cara yang terkadang aku benci. meski dengan akibat yang kadang sering kutangisi. meski dengan bentak dan maki yang terkadang menyalip dari bibir ku penuh duri. meski dengan kata-kata menyakitkan yang kerap membuatnya berdiam diri.

semua, selalu berakhir sama. pertengkaran ataupun perbercandaan.
selalu berakhir sama, aku yang akhirnya selalu merasa mendapat hikmah dan belajar banyak hal, aku yang akhirnya meminta maaf telah banyak salah dan selalu kurang sempurna. ditutup dengan kalimat khas-nya, semacam "iya aku tidak mengambek. udah ya, capek". haha.

masih panjang.
sebentar lagi kami klinik. dan karena satu atau tiga hal kami mungkin tidak akan bersama dalam satu kelompok dan tidak berjumpa dalam satu periode yang cukup lama. masih panjang, meminjam istilahnya, masa depan itu masih misteri, maka biarkanlah mengalir.

untuk pertemanan kelewat batas yang masih panjang,
terima kasih telah mengajarkan begitu banyak hal, memaafkan begitu banyak kali, dan memberikan kesempatan untuk mengembangkan diri. semoga ikan dan katak, selalu memahami bagaimana mestinya 'melepaskan' menjadi pembuktian :)

menjadi dewasa

sering Hanum bertanya pada teman sekawan sewaktu sekolah menengah

apa menurut mereka dewasa itu. bagaimana ruparupanya. bagaimana cara mencapainya. tidak semua mampu menjawab. sebagian besar  jawaban tidak memberi sedikit pun kepuasan pada gadis kecil itu. kebanyakan teoritis. dan rasarasanya Hanum tidak akan mampu mencapainya, itu yang paling membuatnya tidak puas.

menjadi anak pertama, membuat Hanum seharusnya dewasa kan? namun beberapa mereka bilang Hanum kekanakan, bahkan dengan lantang menyebut manja. haha. entah dengan alasan sejuta tingkahnya yang terlalu berlebihan, gaya bicara yang tak juga rapi-rapi, gaya berpakaian asal yang masih ga pedulian, tertawa yang terlalu lepas, atau kelalaian-kelalaiannya atas tugas-tugas.

awalnya resah.
pendapat mereka-mereka mempengaruhi Hanum. Hanum merasa tidak enak pada adik sendiri karena tidak juga dewasa-dewasa. tidak membimbingnya dengan baik, tidak menjadi tempat nyaman baginya untuk bercerita gundah gulana. entah mengapa, tapi begitulah adanya.

namun,
bertemu banyak orang, mengamati, dan mempelajari manusia membuat Hanum tidak lagi resah. kenapa? santai saja. they don't know what she has been through. Allah paling tahu. Mama disampingnya selalu. Keluarga menerima apa adanya dan membantu. maka apa pedulinya? telah duapuluhan tahun Hanum bertahan menghadapi banyak hal. dan Hanum bersyukur atas segala sesuatu. meski tampilannya begitu, siapa yang tahu bisa sekuat apa ia didalam sana. meski gayanya begini, siapa yang tahu telah sedewasa apa ia selama ini.

ia tidak pula merasa sebal. terima kasih, begitu ucapnya. dengan penilaian mereka, Hanum belajar bahwa tidak ada yang bisa menghakimi manusia. tidak ada yang bisa melihat apa yang disimpan di dalam dada. Allah saja yang tahu semua. dan cukuplah itu baginya.

dan terima kasih. menjadi dewasa kini adalah pembuktian berikutnya :)
semangat!

"Allah menunda penilaian tiap manusia hingga akhir masa, maka apa kuasa kita menilai orang lain hanya dari secuplik kisah kehidupannya?"

Tuesday, March 12, 2013

berpindah.

"aku ga nyangka kalau makan donat kamu seberantakan itu"
-JCo Plaza Atrium, Jakarta Pusat, di suatu hari bulan November

"jangan berlebihan. kemarin pipi gembul, sekarang badan gendut. kamu ini ada-ada aja"
-malam, dalam percakapan telpon terakhir, di Rumah

"makasih awa. untuk semua."
-pesan singkat, terhimpit selimut hangat, di Kosan.

sesak.

aku berpindah, bintang.
maaf tak mampu mengatakannya seperti yang kujanjikan. berani. lisan. cupu ya? haha. memang selalu.
aku berhenti berlatih basket. aku berhenti belajar berlebihan. aku berhenti memaksa diri menulis dan mempelajari sastra. aku berhenti, begitu saja. dan ini memberiku banyak pelajaran. tidak aku tidak menyesal. delapan tahun ini aku belajar banyak. seperti katamu, aku kini adalah dari diriku di masa lalu. maka apa guna menyesal? aku belajar banyak. berharga sekali tiap pelajaran ini hingga aku harus membayarnya dengan tiap tetes hujan. berharga sekali hingga aku harus menerima saja cemburuNya.

aku berpindah.
aku hanya ingin menepati janji. menuntaskannya. membuat keputusan. dan memberi tahumu. bahwa bebas kini adalah milikmu, milikku. tak usah terkungkung bayang imajiku. karena aku sudah yakin.

^^
berbahagialah.