seorang baru yang melewati batas-batas pertemananku.
sosoknya yang kabur dalam ingatan, dua tahun kami satu atap bersama tidak membuatku lantas begitu mengenalnya. maklum, teoriku tentang hubungan antarmanusia sedikit berbeda dari orang kebanyakan. tentang jarak yang harus dijaga, tentang sikap yang harus dipilih, tentang rasa yang perlu disimpan, begitu ibu mendidik diriku dalam tiap-tiap langkah.
kami mulai saling bersapa dengan nada istimewa ketika ia dengan mantap menerima tawaranku menjadi penanggungjawab bidang suatu kepanitiaan. sementara aku meregang tekad menjadi ketua panitia acara yang begitu aku perjuangkan karena temanya sastra, ia disana meyakinkanku bahwa ia akan meminjamkan keahliannya menggaet rejeki. ku iyakan saja, tanpa target-target, tanpa ekpektasi, hanya dengan modal semacam janji bersama menyelesaikan pembuktian.
aku dan teman-teman. memperjuangkan sebuah pernyataan seseorang yang telah dengan berani menantang kami. sayang, ia bermain dengan orang yang salah. aku pendendam, dalam arti yang baik. aku akan buktikan. maka aku selesaikan dengan sepenuh upaya acara itu agar kami kembali percaya diri.
panjang. banyak yang harus ku lalui. terutama dengan anak gadis satu ini. ia suka sekali mengambek. karena teman-temannya tak mau bergerak, bekerja membantunya. ia suka sekali pesimis, lantas tidak berkata-kata, karena ekspektasi-ekspektasinya seputar kesempurnaan belum terwujud dalam upaya kami. awalnya aku kira ia hanya kekanakan, maka kutemani tiap langkahnya.
acara itu bagus.
meski tak seberhasil harapanku, aku puas sudah bertahan, dan belajar banyak hal.
selepas acara ini, ikatan kami tidak lagi semacam dulu. tentang ia yang kabur dari ingatanku, tentang aku yang hanya dikenalnya sebagai ketua keputrian penuh keanggunan. haha. ini menyenangkan, begitu mengenal sosoknya lebih dalam, sungguh aku belajar banyak hal di luar yang selama ini aku kira bisa pelajari.
tentang dedikasi dan kesungguhan. jangan pernah meremehkan amanah sekecil apapun. menjadi terbuka terkadang adalah baik dan dapat menyelesaikan masalah. tidak selamanya seorang pemimpin harus selalu paling kuat, justru dengan menjadi jujur apaadanya, orang yang kamu pimpin akan dengan senang hati dan penuh hormat meminjamkan kepercayaan.
tentang tidak lagi melalaikan waktu, tentang bagaimana menjadi produktif untuk sebuah passion bahkan dengan mengorbankan banyak hal. tentang tidak men-cap benar-salah sesuatu, melainkan menganalisisnya lebih dalam dan kemudian sedikit santai menikmati. tentang menjadi menarik dari dalam diri, dengan kapasitas pribadi. tentang menjadi dewasa dengan sedikit percik kekanakan. tentang memanfaatkan setiap tantangan dan menjadikannya kesempatan.
orang ini. benar-benar. menyebalkan. haha.
entah dengan apa ia membantuku menjadi lebih baik dalam banyak hal. meski dengan cara yang terkadang aku benci. meski dengan akibat yang kadang sering kutangisi. meski dengan bentak dan maki yang terkadang menyalip dari bibir ku penuh duri. meski dengan kata-kata menyakitkan yang kerap membuatnya berdiam diri.
semua, selalu berakhir sama. pertengkaran ataupun perbercandaan.
selalu berakhir sama, aku yang akhirnya selalu merasa mendapat hikmah dan belajar banyak hal, aku yang akhirnya meminta maaf telah banyak salah dan selalu kurang sempurna. ditutup dengan kalimat khas-nya, semacam "iya aku tidak mengambek. udah ya, capek". haha.
masih panjang.
sebentar lagi kami klinik. dan karena satu atau tiga hal kami mungkin tidak akan bersama dalam satu kelompok dan tidak berjumpa dalam satu periode yang cukup lama. masih panjang, meminjam istilahnya, masa depan itu masih misteri, maka biarkanlah mengalir.
untuk pertemanan kelewat batas yang masih panjang,
terima kasih telah mengajarkan begitu banyak hal, memaafkan begitu banyak kali, dan memberikan kesempatan untuk mengembangkan diri. semoga ikan dan katak, selalu memahami bagaimana mestinya 'melepaskan' menjadi pembuktian :)
No comments:
Post a Comment