Friday, September 16, 2011

kampus gemilang

Haha, didepan nasi ayam, mengepul hangat menghalangi kaca baca

Selamat datang, di kampus perjuangan. kampus gemilang. yeee. dulu begitu kakak menyambutku, ya kakak-kakak itu, yang jaket kuning dengan seberkas hijau didadanya. yak, sebelah sana, berdiri tegap dengan tegas tengah-tengah lapangan multifungsi, menatap gagah taman iluni. kampus gemilang, dulu ini hanya impianku, tapi kini aku tenggelam didalam gempitanya. gemerlap dan kilau warna-warninya benar-benar menyesakkan dada. goosebump. ayo kita periksa, kenapa mereka begitu gegap.

ceritaku mulai dari sini, yak agak kekiri. ini tempat pertamaku dan para 'anak tahun pertama' berlari-lari (sst, kami takut kakak kakak itu menangkap jejak kami yang tak memakai seberkas nama di dada, haha). tempat dimana setahun lalu, aku benar-benar duduk sendiri dekat pojokan ruang Pak Rusli. menatap lirih buku mabim yang tak kunjung habis ku keluhi. Namun ini menjadi semakin benar-benar kuhargai, karena buku ini yang membuatku terikat hati dengan mereka, si angkatan paling JAYA. haha, ya kan, kerlap kerlip lentera kampusku? awalnya mereka begitu saja, kerlap, kerlip, kerlap, kerlip. tak peduli sekitar dan pasti akan terang sendiri, maju paling depan dalam antrian fotokopi dan tanpa berhenti mengacuhkan sapaan pagi. aku jadi cemas. tapi aku ternyata berlebihan, haha, jangan-jangan aku sendiri yang memang geli.
salahku.
kerlap-kerlip tidak begitu.

mereka peduli sekitar.
mereka senantiasa menghargai pemimpinnya, saling mendengar dan terbuka ketika kami bersama. mereka tak henti turut berbelasungkawa ketika hapeku hilang untuk kesekian (juta) kalinya. mereka juga tulus setia mengucapkan selamat dan berkat ketika hari jadiku tiba. mereka ingat, meski tak semua hari jadi mereka kuingat pula. sungguh, aku terpesona kemilau mereka. terimakasih ya. :)

mereka tidak terang sendiri.
pernah dengar seorang jenius rela bermalam-malam di perpustakaan "suram" hanya demi berbagi sebagian ilmu yang susah payah ditata rapi ke gyrus dan sulcus teman2nya? atau pernah dengar seorang cewek manis penuh karisma serta cowok tangguh penuh wibawa rela mengorbankan waktu dan tenaga dan pikiran dan dana dan suara dan apa saja untuk kepentingan akademik bersama? pernah? tidak? disini cari ada, di angkatan yang kuyakin akan benar-benar JAYA. bersama.

haha. tidak, mereka juga tidak menyerobot antrian fotokopi. itu hanya lelucon ku saja.

hm. tapi mereka memang berlalu ketika kusapa pagi. lari-lari. untuk kemudian kembali dan menggelitik atau merengkuh dari belakang (kalau yang ini kerlip-kerlip ya. kalau si kerlap-nya, gak boleh! :P)

masih banyak lagi. PSAU, PSAF, Mabim, Mabim Rohani, KSI, SDI, Baksos Angkatan, Pemilihan Ketua Angkatan (hai, kapten!), PDOKM, Ekspo awal dan akhir, Eval Mabim, PDPT yang lucu, P2K2 yang seru, Riset yang baru-baru, EBP3KH yang dramatis, SelGen yang berlapis, Biomol yang romantis, Neurosains yang bengis namun manis.

terlalu banyak cerita mereka yang berkilauan dimataku, tak bisa kutuliskan satu-satu.

setahun masa telah berlalu saja. taman kimia itu sepertinya lelah kita gaduhi setiap pulang sekolah. fotokopi dan warnet itu juga, ia resah kita sesaki dengan tugas-tugas LTM pagi hari. haha. jangan tanya Pak Rusli, kurasa ia ingin kita segera saja pergi, agar tak ada lagi si angkatan nakal yang suka nanya "Absen tadi mana ya pak?" atau "Kuliahnya jadi dibatalin kan pak?" dengan muka memelas.

seru ya?
Kimia dan pagi hari, ketika kita bersama.

Hai. meski kini anatomi tak punya taman sendiri. atau Pak Rusli berganti tugas dengan Pak Epri. atau rambut-rambut gelap kita mulai menumbuhkan anak ubannya (hah?). kita tetap bersama kan ya?
tenang saja. bukan masalah pendidikan, rektor, organisasi, kepemimpinan, kompetisi, uang, persahabatan atau bahkan cinta yang akan benar-benar memberatkan kita. bukan bukan, bagiku sih bukan. semua berat, benar. hei, tapi kita tetap bersama kan ya? :)



kalau begitu tidak apa-apa.

- teruntuk angkatan yang aku sangat bangga menjadi salah satu bagiannya -


No comments:

Post a Comment