Sunday, January 13, 2013

sepanjang jalan

banyak orang bilang kasih orang tua sepanjang jalan

saya mikir sih. kok sepanjang jalan. emang jalan itu sepanjang apa, ketemu laut ga ada jalan, ketemu jurang jalannya putus. kayaknya salah perumpamaan deh ini orang-orang.

saya harusnya pulang esok hari. tiket garuda indonesia dengan nomor penerbangan sekian pukul 13.30 sudah ada di tangan papa. dengan hati gembira mereka mengingatkan saya untuk mengepak pakaian, jangan lupa bawa bahan pelajaran atau cuma sekedar makan banyak biar kuat di perjalanan.
tapi saya ga jadi pulang besok, pa, ma.

duh rasa bersalah besar sekali jatuh di pundak saya. saya pikir mereka akan kesal atau seperti yang biasa papa saya lakukan ketika marah, diam. saya sudah antisipasi. dengan beberapa janji-janji. tapi sebuah luka menganga besar di hati ini, tidak bisa dibohongi. yang membuat luka itu semakin perih adalah, alih-alih bertingkah sesuai ekspektasi. papa sama mama malah sibuk menanyai.

"kamu ada kegiatan apa?"
"nulis ma, banyak jadwal wawancara sama dokter-dokter. terus ngeliput seminar juga beberapa"
"waah karirnya berkembang pesat ya, asyik ni ketemu dokter-dokter. nanti mau ya tulisannya." dengan riangnya mama malah antusias.
"kalau gitu kita pesan tiket tanggal 19 aja kali ya ma? atau tanggal 24 mau bareng papa balik dr Bandung?" suara berat papa membantu mencarikan solusi.

dibelakang suara hangat itu, ribut adik-adik meningkahi
"yeee dasar lo, pakai telat pulang pula karena kerja. awas aja ga bawa oleh-oleh"
"ayu mau ini kak wa. jangan lupa bawa". si kecil yang sebentar lagi ulang tahun ke-13 ini menimpali kalimat tajam kakaknya yang centil. 

deras.
deras hujan didalam hati saya. buat bilang maaf aja takut, malu.
maafkan. saya ga bisa janji apa-apa. ga terucap satu pun waktu itu. cuma ingin mendengarkan. atau segera mengakhiri pembicaraan, agar isak saya tak terdengar dari kejauhan.
saya bodoh sekali, telah menggadaikan hati ini pada seseorang yang entah apa jasanya dalam hidup saya. saya bodoh sekali menghabiskan waktu ribuan hari memikirkan sosok yang tak pernah memikirkan saya bahkan sekali.

mama. papa.
sehat-sehat ya. berjanjilah. agar suatu hari, saya bisa membanggakan dan membahagiakan kalian. mungkin masih lama lagi. maafkan saya membuat kalian menanti. tapi saya akan berusaha sekali. kuat sekali. agar saat itu benar-benar tiba suatu hari. :) terima kasih telah selalu ada selama ini. terima kasih karena telah saling memilih. terima kasih karena membuat saya dan dua perhiasan mulia kalian lainnya ada. :) love u.

p.s; segera pulang <3

Tuesday, January 1, 2013

mudah saja

pagi tahun baru yang wangi, seperti biasa
mengiringi langkah kaki para pecinta hura-hura semalam
menyisakan langkah para penerima kenyataan, yang memunguti serpihan harapan bernama reruntuhan
kamuflase kemenangan

ha
susah sekali ya mengenang masa lalu. serasa telah puluhan ribu waktu memburu. namun belum ada yang mampu memuaskan nafsu akan 'ingin' yang terus menerus tak berhenti berseru

beberapa hari sebelum semarak pergantian waktu dunia, aku sudah memutuskan. dinamika memang menyakitkan, namun meski berdarah, harusnya aku berlari. memang harusnya berlari saja, sejauh-jauhnya, selama-lamanya tidak berhenti. karena untuk menjadi sempurna, aku harus mengorbankan hal paling berharga yang kupunya

hei.
ini aku yang baru. mudah saja. tak usah analisa. tak usah pikirkan apa-apa. terserah saja, lakukan apapun. aku bisa sempurna. karena bagiku, mudah saja. :) tentang aku dan kasih sayangNya, itu membuat segala alam semesta, turun naik yang ditawarkannya, berat ringan beban yang dihadapkannya, semua, mudah saja.

aku tidak peduli. segalanya mudah saja.
aku hanya butuh Dia. dan semua akan menjadi sempurna.


-"Allah SWT. berfirman: “Jika kau tidak pernah merasakan kepedihan dan mengalami permasalahan, bagaimana kau tahu Aku Penyembuh? Jika kau tidak pernah berbuat kesalahan, bagaimana kau tahu Aku Pengampun? Jika kau tidak pernah terluka, bagaimana kau tahu aku Penghibur? Jika hidupmu sempurna, lalu mengapa kau butuh Aku?"-
[hadits Qudsi]

selamat hari baru dunia. syukuri setiap detikmu. Ia menunggu. 

Sunday, September 23, 2012

Seminar Forum Bahasa dan Sastra. "Wadahnya Kawula Muda Bicara tentang Sastra"


Ini dia yang ditunggu-tunggu…
Forum Bahasa dan Sastra 2012: Wadahnya Kawula Muda Bicara Tentang Sastra!
Forum Bahasa dan Sastra (FBS) adalah sebuah acara tahunan Media Aesculapius (MA) yang terdiri dari rangkaian acara lomba, pameran, seminar, dan bedah buku yang melibatkan pembicara-pembicara ternama di bidang sastra. Tahun ini, FBS hadir kembali dengan tema ‘Mengaduk Rasa dalam Cerita’.

Setelah rangkaian lomba (cerpen, puisi, dan fotografi) dan pameran, seminar dan bedah buku akan disajikan sebagai acara puncak dari FBS 2012.

Kapan acaranya?
Minggu, 14 Oktober 2012

Jam berapa harus datang?
08.30-15.00 WIB

Dimana tempatnya?
Ruang Kuliah Parasitologi FKUI Salemba, Jalan Salemba Raya nomor 6, Jakarta Pusat.

Siapa saja pembicaranya?
Ada Sutardji Calzoum Bachri, presiden penyair Indonesia yang akan mengupas tuntas serba-serbi penulisan puisi
Ada Iwan Setyawan, penulis buku Ibuk, dan;
Ada Khrisna Pabicara, penulis buku Sepatu Dahlan yang keduanya akan berbincang seputar penulisan cerita
Dan tak ketinggalan, Yunus Kuntawi Aji, yang akan membedah buku kumpulan cerita pengaduk rasanya, ‘Taste Buds’

Di akhir acara, akan ada pengumuman pemenang untuk tiap-tiap cabang lomba. Peserta lomba sangat diharapkan untuk hadir dan apabila amat berhalangan, harap konfirmasi terlebih dahulu pada panitia.

Tunggu apa lagi? Dengan hanya HTM:
Early Bird; 23 September -28 September 2012 Rp 20.000,00
Late Bird; 29 September-6 Oktober 2012 Rp 30.000
Final Late Bird; 7 Oktober-14 Oktober 2012 Rp 40.000
kamu bakal dapat seminar kit, sertifikat, makan siang, kenalan baru, ilmu, serta pengalaman yang luar biasa!
Segera daftar dengan;
kirim bukti transfer ke rekening Bank BNI No. 0257889982 a.n. Nabila Aljufri, beserta identitas diri (nama lengkap, usia, asal institusi) ke email fbsma2012@gmail.com atau langsung daftarkan dirimu ke sekretariat MA (Jalan Salemba Raya nomor 6, Jakarta Pusat). Jangan sampai lewat!

CP:
Halida Umi Balkis 085649369510
Tiara Kemala Sari 081398773338

Info Lomba Forum Bahasa dan Sastra

 
Forum Bahasa dan Sastra 2012

Forum Bahasa dan Sastra, sebuah acara tahunan Media Aesculapius, menyelenggarakan lomba sastra (cerpen, puisi dan fotografi), pameran sastra (karya lomba) dan talkshow dengan pembicara-pembicara ternama di bidang sastra

Lomba Cerpen, Puisi, dan Fotograf iTema: "Mengaduk Rasa dalam Cerita"
Batas waktu pengumpulan karya: 24 September 2012

Keterangan Lengkap Lomba Sastra

Apa itu Forum Bahasa dan Sastra?

Forum Bahasa dan Sastra (FBS) merupakan kegiatan yang diselengarakan oleh Media Aesculapius (MA) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Tahun ini, FBS kembali hadir dengan tema "Mengaduk Rasa dalam Cerita". Salah satu mata acaranya berupa lomba sastra:

1. Lomba Menulis Cerpen
2. Lomba Menulis Puisi
3. Lomba Fotografi

Kegiatan ini bertujuan memotivasi generasi muda untuk menciptakan karya-karya sastra yang berkualitas. Penjurian lomba akan dilakukan oleh sejumlah tokoh yang telah lama berkiprah dalam dunia sastra Indonesia.

Ketentuan lomba :

Persyaratan Umum:
1. Karya bertemakan “Mengaduk Rasa dalam Cerita”, mengandung unsur emosi seperti: senang, sedih, haru, bangga, marah, atau gabungan diantaranya.
2. Karya orisinil (bukan jiplakan) dan belum pernah dipublikasikan di media manapun.
3. Karya tidak mengandung unsur SARA, kekerasan, atau pornografi.
4. Setiap peserta dikenakan biaya pendaftaran Rp 25.000,00/peserta/jenis lomba. Administrasi dapat dilakukan langsung di Sekretariat Media Aesculapius (Jalan Salemba Raya 6 Jakarta Pusat, kode pos 10430) atau ditransfer ke rekening Bank BNI No. Rek. 0257889982 a.n. Nabila Aljufri.
5. Setiap peserta boleh mengirimkan maksimal 2 karya (untuk jenis lomba yang sama) dalam satu amplop, tetapi hanya 1 karya yang dapat memenangkan 3 karya terbaik. Jika berhalangan mengirimkan hasil karyanya. Peserta diperkenankan mengirimkannya melewati email : fbsma2012@gmail.com dengan mencantumkan persyaratan2 yang telah tertera.
6. Melampirkan identitas (nama lengkap, alamat lengkap, nomor telepon, dan email yang bisa dihubungi).
7. Melampirkan fotokopi/scanning kartu identitas (KTP/KTM/SIM).
 8. Melampirkan fotokopi/scanning bukti pembayaran.
9. Semua peserta lomba DIHARAPKAN hadir dalam acara puncak Forum Bahasa dan Sastra pada Minggu, 14 Oktober 2012.

Persyaratan Lomba Cerpen: 
1. Naskah diketik di kertas ukuran A4, jenis huruf Times New Roman, ukuran huruf 12, spasi 1,5, margin 2 cm rata kiri-kanan, panjang naskah 6-9 halaman.
2. Naskah dapat dikirim langsung ke sekretariat MA atau via pos dalam bentuk print out 3 rangkap disertai soft copy dalam CD atau via email fbsma2012@gmail.com
3. Cantumkan sinopsis cerita maksimal 1/2 halaman.
4. Di bagian kiri atas amplop dituliskan LOMBA CERPEN FBS 2012.

Persyaratan Lomba Puisi:
1. Naskah diketik di kertas ukuran A4, jenis huruf Times New Roman, ukuran huruf 12, spasi 1,5, margin 5 cm rata kiri-kanan, panjang naskah maksimal 2 halaman atau 3000 karakter.
2. Naskah dapat dikirim langsung ke sekretariat MA atau via pos dalam bentuk print out 3 rangkap disertai soft copy dalam CD atau via email fbsma2012@gmail.com
3. Di bagian kiri atas amplop dituliskan LOMBA PUISI FBS 2012.

Persyaratan Lomba Fotografi :
1. Foto dicetak 3 kali dalam ukuran 12R 30x40.
2. Foto dapat berwarna atau hitam putih.
3. Sertakan soft copy dengan format JPEG dalam CD.
4. Rekayasa digital diizinkan sebatas sama dengan yang biasa dilakukan dalam kamar gelap fotografi film dan tidak melakukan proses penggabungan beberapa foto; manipulasi hanya sebatas koreksi warna/kontras; editing sebatas leveling dan saturation, bukan hasil retouch maupun manipulasi komputer lainnya.
5. Cantumkan judul foto berikut keterangan singkat makna foto mencakup 5W1H.
6. Di bagian kiri atas amplop dituliskan LOMBA FOTOGRAFI FBS 2012.

Pemenang:
1. Pemenang terdiri dari juara 1, 2, 3 dan dipilih melalui tahap penjurian.
2. Keputusan juri bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.
3. Karya-karya terbaik akan dibukukan dan dipamerkan dalam Pameran Forum Bahasa dan Sastra 2012 tanggal 8-14 Oktober 2012 di Lobi Bawah FKUI.
4. Pemenang diumumkan pada acara puncak FBS 2012 pada tanggal 14 Oktober 2012.
5. Hadiah dianggap hangus apabila pemenang tidak hadir dalam acara puncak FBS 2012 tanpa konfirmasi pada panitia sebelumnya.

Hadiah total JUTAAN rupiah!

more info: 
fbsma2012.wix.com
@fbsma2012
fbsma2012@gmail.com

contact person:
Muhamad Reza Prabowo 08889731300
Eka Adip Pradipta 0811912847

Sunday, September 16, 2012

Teruntuk Seorang Bunga yang Mencintai Langit

Selama ini, aku memelihara banyak bunga. Di tamanku sendiri. Ataupun di taman orang lain. Meski tidak bisa dibilang sebagai gadis normal-yang biasanya suka merawat bunga, pakai baju bungabunga, main ke taman bunga-aku memang lebih suka lapangan basket, namun aku sedikit berusaha. Aku berusaha menjaga mereka. Bagiku mereka, cantik.

Diantara mereka ada satu istimewa. Aku memeliharanya semasa SMA. Bunga satu ini suka langit. Selalu suka. Aku seperti membaca diri sendiri ketika memahaminya. Kita cuma berbeda di perputaran bumi, dik. Aku suka langit yang sama, seketika ia berubah kelam. Ia suka terangnya. Meski sebenarnya batangnya tak sekokoh yang lain, namun bunga satu ini keras kepala. Ia suka menantang hujan untuk membaca langit, bahkan ketika deras melukai dedaunnya. 

Haha. Aku sayang dia. 
Namun, aku tak tega. 
Kalian pasti mengerti, bagaimana ceritaceritaku sebelumnya memahamkan bahwa menyayangi langit dan gemintangnya tak semudah yang dibayangkan. Perih dan luka akan terbiasa dijalani para pecintanya. Maka aku, tak tega, bunga kecilku yang istimewa merasa duka yang sama. Namun aku, juga tak bisa memisahnya. Apalagi jika ternyata, langit menyambut rasa. 

Ketika aku terhanyut merawat bunga di siang hari, sibuk membaca langit di kala malamnya, mereka ternyata satu rasa. Ketika menyadarinya, aku bingung. Tahu perasaan yang kau rasakan sesaat sebelum jatuh semaput? Aku paham. Ketika itulah cerita 'serpihan' ku tercipta.


Aku tak bisa memastikan aku baik-baik saja, namun memang begitulah seharusnya. Wahai bunga kecil kesayangan, kakak sayang kamu, seperti biasa. Jangan merasa bersalah, jangan sakit karena apapun. Tetaplah tangguh dan jalani saja. Allah akan selalu ada untukmu. Maafkan kakak. Maafkan kakak karena membuat mu meminta maaf. Kakak tidak pantas untuk itu. Kakak tidak akan menuntut apapun, kecuali satu hal. Berjanjilah, kamu akan berbahagia, oke? :)

Hujan dikala Senja Terakhir Kita

"Tetes hujan kebingungan, berjatuhan menghantam bumi. Maka dimanakah cahaya senja kala itu?"

biasanya setiap pagi aku akan berdiri di beranda sana menikmati matahari pertama. sejenak melupakan suntuk semalam yang ku pendam dalam-dalam. namun belakangan pagi mulai menakutkan, perpisahanku dengan malam yang diprakarsainya membuatku mulai menghindari pagi. belum lagi semakin banyak pagi, berarti semakin habis hari. seragam putih abu harus tak kukenakan lagi. 

Hana, sebagai anak pertama engkau seharusnya sadar, menjadi tulang punggung keluarga suatu saat nanti merupakan takdirmu. maka mengejar mimpi setinggi langit menjadi kutukanmu. tak ada waktu untuk melampaui semua masa remaja penuh warna-warni itu. hanya biru dan kelabu buku, yang patut menjadi sahabatmu kini. 

belum pula tentang Ia,  yang baru kausadari besar cintaNya. melihatNya selalu ada untukmu, seharusnya membuatmu sadar akan waktu. tentang akan tiba masa dimana wajahNya merupakan hadiah terbesar atas pengabdian tiada akhirmu. maka nikmatNya yang manakah yang dapat engkau dustakan?

ketika itulah aku berubah, kawan. masa putih abu menjadi saksi perubahan drastisku. sejenak kutinggalkan permainan basket kesayangan. sejenak kutinggalkan senja dan hujan waktu permainan. konsentrasi menghadapi masa depan menjadi fokusku kala itu. hingga hati pun ku kunci rapat-rapat, untuk orang tuaku dan Tuhan saja cukuplah semua itu. 

***

"Ada apa dengan jilbabmu, Hana? mengapa menjadi semakin panjang dan tertutup, lama-lama aku takut melihatnya" gumam Diana, sahabat kesayanganku. 
"Di, belakangan aku sadar, aku sayang banget sama Allah. nah, Di. Allah minta aku mengulurkan jilbab hingga punggung dan dadaku, maka apalah yang dapat kuperbuat selain menaatiNya? seperti seorang pecinta yang mematuhi kekasihNya"

Didi (begitu aku biasa memanggilnya) terdiam.

"Lagi pula, heey. apa yang engkau takuti, Di. aku masih mengalahkanmu dalam hal bermain basket. dan aku masih hafal lagu favorit kita. tenang, ini tidak akan sedikitpun mempengaruhi kita, oke?" 

Hanya saja, itu mempengaruhi aku.
dengan Andra

***
To: Andra
"Apa yang jangan? Mengapa pula engkau harus pulang?"

lagi-lagi pertanyaan bodoh ala putri lugu itu terucap dari bibirku, tanpa menghiraukan pikiran yang merutuki kelemahan hati. cih, bukankah aku yang dahulu menasihati adik-adikku di rohis, tentang bagaimana seharusnya hati wanita terutama muslimah, itu harusnya menjadi tangguh. maka kini kemana hilangnya ketangguhan itu. 

To: Hana
"Bodoh. Tunggu saja, Aku akan bicara pada Dika. Tentang kita. Tenang saja, ia kakakku dan ia akan mengerti"

kita? sejak kapan ada kita? sejak kapan ada kamu yang disandingkan dalam kita. selama ini kita hanya tentang pesanku pada senja, tentang hujan yang berusaha menyampaikannya. tapi itu tidak pernah nyata. sejak kapan pula engkau berani menggunakan term itu. 
tidak.
pernah. 
tidak akan. 
pernah. ada kita. 
Tetes hujan kebingungan, berjatuhan menghantam bumi. Maka dimanakah cahaya senja kala itu?

Saturday, August 4, 2012

buka puasa FSI

okeey. semua aja mau buka puasa bersamaa. itu yang pertama kali kupikirkan saat acara ini jd dilaksanakan. padahal awalnya kukira ndak jadi karena panitia yang mempersiapkan sangat sedikit dan juga mendadak gitu lho. tapi karena ukhuwah dan atas dasar kecintaan Allah padanya maka aku datang deh. meski terseok-seok susah setelah beberapa kegiatan, alhamdulillah bertemu dengan teman-teman yang menenangkan hati di FSI. seperti kata nesya (sisterku tersayang yang ahli sastra), disinilah (FSI) pusat kenyamanan kami membuka cabang.

asempet telat dimulai karena yang datang baru sedikit. kasihan sekali panitia terutama ketuanya aslambotilangih (anak makasar lho). tapi entah kenapa ya kalau aku, meski sedikit, meski sederhana, kebahagiaan adalah latar belakang semua keseruan, keramean, kesuksesan acara. gag mesti banyak orang, gag mesti rundown rapi, gag mesti makan mewah, asal yang ikut ikhlas, berpikir positif dan selalu bahagia aja, voillaa...jadilah dia acara paling nyaman sedunia. hehe.

nah acara dimulai dnegan tilawah bareng. akhwat membaca surat ar Rahman yang sangat menggetarkan hati. aaah, bagusnya surat ini. terus dilanjutkan dengan games. games pertama, ada bulpen yang diikatin kayak tali rafia gitu yang bercabang menjadi lima. lima cabangnya ini diikatin ke setiap anggota kelompok. dengan badan menghadap belakang (tidak bisa melihat bulpen) kelompok diarahkan seorang ketua untuk memasukkan bulpen tersebut kedalam botol, seru abis to the max. soalnya kita gag boleh dipanggil dengan nama asli, harus nama cantik, aku kebagian nama Mawar. kyaaa it's not the real me. meski kalah bagian games ini seru banget.

games selanjutnya, lomba lari dengan kaki yang sali terikat sekelompok (bukan cuma berdua buk, berlima, berLIMA) hahaa. awalnya semua panik, soalnya kalau jatuh satu ini bakal jatuh semua. apalagi rokku sempit. namun terpikir sebuah strategi oleh ketuaku yakni kak Maela (kakak kader yang baik banget). setelah itu ternyata dengan mengaplikasikan strategi emas ini, kami JUARA! horeee. bahkan yang ikhwan pun kalah. yeeeee. lancar banget lomba larinya, aku sebagai maknae merasa bersyukur sekelompok sama kak maela dan teman-temannya yang ternyata sudah pro lomba beginian.

acara diakhiri dengan tausiyah dr bang Riko (ketua FSI) lalu makan bersama. makan bersama kita dilantai, di koridor parasit bikin formasi melingker gitu. alhamdulillah ya allah, engkau masih beri aku banyak teman baik seperti ini. bener sekali kata surat ar RahmanMu, maka nikmatMu yang mana lagi yang aku bisa dustakan? absolutely nothing, my dear God. :)