mengiringi langkah kaki para pecinta hura-hura semalam
menyisakan langkah para penerima kenyataan, yang memunguti serpihan harapan bernama reruntuhan
kamuflase kemenangan
ha
susah sekali ya mengenang masa lalu. serasa telah puluhan ribu waktu memburu. namun belum ada yang mampu memuaskan nafsu akan 'ingin' yang terus menerus tak berhenti berseru
beberapa hari sebelum semarak pergantian waktu dunia, aku sudah memutuskan. dinamika memang menyakitkan, namun meski berdarah, harusnya aku berlari. memang harusnya berlari saja, sejauh-jauhnya, selama-lamanya tidak berhenti. karena untuk menjadi sempurna, aku harus mengorbankan hal paling berharga yang kupunya
hei.
ini aku yang baru. mudah saja. tak usah analisa. tak usah pikirkan apa-apa. terserah saja, lakukan apapun. aku bisa sempurna. karena bagiku, mudah saja. :) tentang aku dan kasih sayangNya, itu membuat segala alam semesta, turun naik yang ditawarkannya, berat ringan beban yang dihadapkannya, semua, mudah saja.
aku tidak peduli. segalanya mudah saja.
aku hanya butuh Dia. dan semua akan menjadi sempurna.
-"Allah SWT. berfirman: “Jika kau tidak pernah merasakan kepedihan dan
mengalami permasalahan, bagaimana kau tahu Aku Penyembuh? Jika kau tidak
pernah berbuat kesalahan, bagaimana kau tahu Aku Pengampun? Jika kau
tidak pernah terluka, bagaimana kau tahu aku Penghibur? Jika hidupmu
sempurna, lalu mengapa kau butuh Aku?"-
[hadits Qudsi]
[hadits Qudsi]
selamat hari baru dunia. syukuri setiap detikmu. Ia menunggu.
