Wednesday, April 6, 2011

kata2 lucu

kata2 lucu yang tiba2 aja muncul dalam pikiranku :
JARAK terlalu lemah untuk menghapuskan rasa. WAKTU mungkin sedikit lebih kuat dibanding jarak, namun diatas segalanya, yang selalu paling kuat adalah IMAN
perasaan bersalah-saat membuat suatu pengharapan yang tidak seharusnya-itulah yang paling kuat menghapuskan rasa. thanks to kak mutia lailani, yang sudah menjadi trigger kelahiran kata2 lucu ini XD
semangat kakak sayang. innallaha maanna.

Tuesday, April 5, 2011

hmmmph. XD

xx : kuliah dimana?
aku : kedokteran
xx : tapi kok jarang nulis tentang kedokteran sih?
aku : capek. di kampus udah nulis ltm melulu. masa' di blog nulis ltm lagi? --"
xx : udah ketemu mayat belum?
aku : kenapa emangnya kalau udah?
xx : ngeri ya?
aku : seru tau. sering2 aja deh ke bangsal potong.
xx : disuntik sakit ga sih?
aku : --a (pergi *muak)

cerpen aneh bin gagal :P


Sahabat Hebat
20 Maret 2010...
Usianya hanya terpaut beberapa tahun denganku. Meski terlihat lebih muda, tapi sungguh selama ini, ialah yang selalu menguatkanku, menjagaku untuk tetap berdiri setelah jatuh, menopangku agar tetap berlari setelah berhenti.
***
4 Januari 2011...
Sudah semenjak berkaki empat kami bersahabat. Ibuku dan Ayah Aini adalah teman sekelas sewaktu SMA dan seakan tak ingin kehilangan hubungan, kami mewarisi persahabatan itu. Bahkan persahabatan itu dihiasi dengan nama kami yang mirip, Ainindya dan Anindita. Haha. Aku menikmati persahabatan ini. Aku menyukai kebersamaan kami. Terutama saat ia menghentikan waktu. Yup, ia menghentikan waktu. Senyumnya, tawanya, lesung pipitnya, ceria dan riang gembiranya seakan selalu menghentikan perputaran masa. Memesonakan semua makhluk Tuhan yang memandangnya. Beda sekali denganku yang pendiam, pemalu, yang bisanya cuma belajar atau baca buku disudut kelas. Tapi gapapa, paling tidak, ia sahabatku.
***
18 Juni 2011...
Lagi. Aku kalah dalam perlombaan. Yang kesekian kalinya dalam tahun ini. Membuat aku merasa bahwa semua mata menatap tajam kepadaku, menuntut seorang juara bertahan ini untuk mebuktikan kemampuannya. Itu membuatku sesak. Dadaku serasa panas dan akan meledak.
Lagi. Aku gagal menjadi juara kelas. Yang kesekian kalinya dalam beberapa semester belakangan. Membuat aku merasa bahkan guru-guru pun bertanya degan tegas, apa yang terjadi pada anak emas mereka ini. Itu membuatku terisak. Kerongkonganku terasa penuh, asam.
Lagi. Lelaki yang aku kagumi semenjak masih berpakaian putih merah, ternyata kagum kepada wanita lain. Wanita yang kesekian dalam belasan tahun persahabatan kami. Ia bahkan memarahiku dan mengatakan bahwa aku murahan. Itu membuat mukaku memerah. Mataku bengkak, hingga berhari-hari berikutnya.
Dan lagi-lagi.semua seakan tidak berhenti. Ibu pergi. Setelah ayah menuduhnya selingkuh.
Kenapa hidupku yang sempurna berubah secepat ini menjadi neraka. Rasanya aku mau menghilang saja. Rasanya aku mau pergi saja. Ini gara-gara dia, dia yang selalu menang sekarang. Dia yang selalu saja bahagia, bahkan diatas penderitaanku. Dia yang selalu saja dibanggakan, bahkan oleh Ayah dan Ibuku. Aku benci, muak. Kapan ini akan berakhir. Kalau Tuhan tidak bertindak, biar aku saja.
***
22 Juni 2011...
“Dear Anindya, sahabat yang paling Aini sayang...
Anin, Aini selalu nganggep kamu tu sahabat Aini yang paling baik. Aini selalu jadiin kamu sebagai panutan Aini. Aini berjuang keras supaya bisa jadi juara kelas dan berprestasi seperti kamu. Supaya Aini pantas jadi temen kamu, Anin. Aini juga nolak pernyataan cinta Ryo, karena Aini mau kayak Anin. Mau fokus untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Sabar Anin, Aini tau Anin sayang banget ama ibu, tapi ibu pasti udah tenang di surga sana. Mulai sekarang, Anin boleh anggap ibu Aini, ibu Anin juga.
Makasi ya Anin, udah mau jadi sahabat Aini. Meski banyak orang bilang kita ga selevel, Aini gapapa kok. Aini justru mau bilang, Apapun kata orang lain atau bagaimanapun pandangan mereka tentang Anin, Aini selalu bangga sama Anin. Sahabat Aini yang paling hebat.”
Potongan surat Aini.
Remuk dalam genggamanku.
Berlumur bercak darahnya dan tetesan airmata terakhirku.

introvert?


terkadang aku merasa enggan. enggan membagi cerita ku, terutama yang dituliskan dengan tinta biru dan hitam atau mungkin berlatar abu-abu, kepada orang lain "kamu introvert ya.." komentar seorang kakak kelasku. pernyataan nya membuat ku tersentak. aku? si akhwat lebay dan suka capcay ini introvert? hmmm. sebenarnya, apa itu introvert??? (nah lho? o.O)

sedikit menculik bahan dari :
http://andrew.getux.com/2008/07/30/apakah-aku-seorang-intovert/

Introvert personality adalah suatu karakter pribadi yang bersifat individu dan biasanya lebih pendiam dan tertutup, sedikit bicara dan lebih suka menjadi pendengar yang baik dalam suatu kelompok atau lebih suka menyendiri di rumah daripada harus berkumpul dengan orang lain, atau berjam-jam duduk di depan komputer. Tapi tidak semua introvert bersikap seperti itu, tidak sedikit orang introvert yang suka berkelompok dan membicarakan sesuatu dengan temannya walaupun kebanyakan hanya suka membicarakan atau melakukan hal-hal yang dianggapnya bermanfaat atas berbagai alasan.
Sumber diculik dari sini


hmm,hmmm. makin bingung, dimana sih letak introvertnya? hahaha. abis, semua orang selalu bertutur-bahkan saat mereka baru pertama kali kenalan denganku-"kamu ribut ya?!" atau "haha. dasar lebay" atau "ceria amat sih. dari tadi semangat2 mulu ngomongnya" atau bahkan "berhenti loncat-loncat dan senyum-senyum,bisa gak sih?". zzzzz. emang aneh ya.


nyulik lagi nih keterangannya dari :
http://andrew.getux.com/2008/07/30/apakah-aku-seorang-intovert/

Konsep ini muncul sejak 1920-an dari seorang ahli psikolog, Carl Jung, dan kini menjadi variabel penting di berbagai macam tes kepribadian, termasuk Myers-Briggs Type Indicator yang terkenal itu. Kaum introvert tidak selamanya pemalu. Orang-orang pemalu adalah mereka yang cemas atau takut atau menampik diri dari lingkungan sosial; introvert pada umumnya tidak seperti itu. Orang introvert juga tidak anti orang lain, meski sebagiannya sepakat dengan Sartre yang mengatakan, "Sarapan bersama orang lain adalah neraka""" Lebih tepatnya, introvert adalah mereka yang merasa bahwa orang lain itu adalah sesuatu yang melelahkan.sumber tulisan dari sini 

okelah ya, daripada makin bingung, anggap aja aku introvert. bukan karena aku ga suka sarapan bareng orang lain kayak kata Pak Sartre (yang diatas itu..), tapi karena menurutku, berbagi masalah dengan orang lain yang belum tentu tepat, hanya akan menimbulkan keburukan. di satu sisi, mereka akan merasakan beban kita, ikut memikirkan dan akhirnya kita hanya merepotkan bahkan menyusahkan. di sisi lain, siapa yang tahu kalo orang itu adalah orang yang tepat untuk bercerita, siapa yang tau kalau nanti cerita kita malah disebarluaskan atau siapa yang bakal jamin kalau kita cerita bakal dapet solusinya.
nah, lain halnya kalau yang kita bagi/ceritakan adalah hal-hal yang bermanfaat, utamanya hal-hal yang membuat orang lain senang dan bahagia.

aku rasa, satu senyum indah mereka, cukup ampuh menghapus beribu perih dalam peti hatiku.

Thursday, March 10, 2011

ceria selamanya, bintang

Kamis, 10 Maret 2011

secangkir teh hangat mengepul disudut meja
ditemani pena, dengan tintanya yang tak kunjung mengering

ditengah kepanikan menyambut sebuah peperangan melawan ketidakmampuan diri ini. mendobrak batas-batas pikirku. sejenak otak memberi perintah tajam padanya, untuk berhenti. sekejap saja. sepertinya terlalu lelah berleha-leha dengan asam arakhidonat sel-sel syarafnya. atau mungkin telah menumpuk asam laktat dalam tiap gumpalan myelin tubuhnya.

seperti biasa selalu saja.
kembali memutar-mutar setangkai pena. seolah waktu kan turut berputar bersamanya.
rasanya baru sekejap yang lalu. aku memikirkan terangnya.saat sinarnya berkerlap kerlip senantiasa. bercerita riang dalm gelap malamku. tentang kejora yang benderang, tentang kejora yang lebih suka bermain bersama bulan, tentang kejora yang memberi harapan kepadanya, tentang kejora yang mendadak hilang. tentang kejora, kejora, selalu saja.

hei, tak apa.
aku mengerti. jangan kau hiraukan bulir keperihan itu, bintang. lanjutkan saja. ceritakan semua. jika itu membuatmu ceria selamanya. :')

aku bahagia untuknya. walau, Tuhan tak mengizinkanku, lebih dari sekedar mendengarkan.

Sunday, March 6, 2011

geliat ulat

minggu, 6 maret 2011

pagi mendung yang sibuk


dalam sebuah kuliah...
teman : eh yang tadi itu maksudnya apa? aku telat nyatat..
aku : duh. maaf aku juga ga ngerti. pusing banget
teman : huh. kalo ga ngerti juga, buat apa sekolah jauh-jauh. pulang aja sana ke daerah.

tertusuk, jleb, tepat di hati ni.
iya ya. kalo aku mau malas-malasan.
kalo aku mau kalah, kalo aku mau jadi yang kesekian.
kalo aku ga paham, kalo aku masih bodoh juga
kenapa ga sekolah dikampung aja sana. pulang.
ga perlu biaya hidup mahal. ga perlu jauh dari mama papa.
ga perlu perjuangan ga tidur atau ga makan.
intinya,
kalau aku mau sekolah disini.
jauh di tenggelam di pusat ibukota yang kelam ini
pertaruhkan segalanya. ga boleh setengah-setengah
korbankan apa saja, supaya perjuangan orang tua ga sia-sia
nothing to lose. all or none.
lahap ilmu sebanyak-banyaknya. dan ga boleh nyerah.

haha. makasih teman :P
kata-katamu bagai asam yang menggeliatkan ulat.
yak. ayo ulat bersegeralah jadi kupu-kupu *>.<*

senja berawan

selasa, 1 Maret 2011



senja berawan setelah pengumuman nilai



pernah makan permen karet ga?
kita seenaknya mengunyah dengan heboh saat ia terasa manis
namun dengan seenaknya pula membuang dengan acuh saat tak lagi ada rasa manisnya
betul kan? (atau ada yang suka nelen permennya? haha)

tidakkah kita merasa seperti itu terhadapNya?
saat kita menginginkan sesuatu
baju yang bagus, handphone baru, bahkan terutama nilai yang baik
kita dengan heboh meminta kepadaNya
merelakan sebagian waktu tidur untuk menangis-nangis memohon terhadapNya
meikhlaskan sebagian uang jajan disumbangkan sambil memohon didoakan
meminta mimpi kita dikabulkan dan jadi kenyataan

tapi

saat kita sedang tidak menginginkan sesuatu
atau tepatnya, saat kita sudah mendapatkan apa yang kita inginkan itu
adakah, dengan heboh kita sujud syukur menyebut nyebut namanya?
adakah, kita teringat bahwa semua itu adalah karunianya?

atau

adakah kita sadar bahwa SETIAP DETIK sesungguhnya, kita selalu mendapatkan sesuatu?
mungkin bukan yang selalu kita inginkan, tapi pasti hal yang selalu kita butuhkan.
udara. contoh kecil karuniaNya.
adakah kita mengingatNya dalam setiap detik hidup kita?
adakah kita tak lupa bersyukur padaNya atas setiap detik hidup kita?

padahal
tak SEDETIK pun
ia lupa memberi kita udara


“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Ibrahim: 7)

-sekedar renungan. buat kita semua, terutama saya, haha. untuk lebih mensyukuri hidup, karena terlalu banyak sebenarnya hal yang harus disyukuri dari hidup ini. ya Rabb, aku bersyukur bisa melihat senja ini, bersama barisan awan yang mewarnai birunya menjadi jingga. sekeping gambaran indahNya kuasaMu. memesonakan setiap makhluk Tuhan yang memandangnya. alhamdulillah...
:D :D