Thursday, March 10, 2011

ceria selamanya, bintang

Kamis, 10 Maret 2011

secangkir teh hangat mengepul disudut meja
ditemani pena, dengan tintanya yang tak kunjung mengering

ditengah kepanikan menyambut sebuah peperangan melawan ketidakmampuan diri ini. mendobrak batas-batas pikirku. sejenak otak memberi perintah tajam padanya, untuk berhenti. sekejap saja. sepertinya terlalu lelah berleha-leha dengan asam arakhidonat sel-sel syarafnya. atau mungkin telah menumpuk asam laktat dalam tiap gumpalan myelin tubuhnya.

seperti biasa selalu saja.
kembali memutar-mutar setangkai pena. seolah waktu kan turut berputar bersamanya.
rasanya baru sekejap yang lalu. aku memikirkan terangnya.saat sinarnya berkerlap kerlip senantiasa. bercerita riang dalm gelap malamku. tentang kejora yang benderang, tentang kejora yang lebih suka bermain bersama bulan, tentang kejora yang memberi harapan kepadanya, tentang kejora yang mendadak hilang. tentang kejora, kejora, selalu saja.

hei, tak apa.
aku mengerti. jangan kau hiraukan bulir keperihan itu, bintang. lanjutkan saja. ceritakan semua. jika itu membuatmu ceria selamanya. :')

aku bahagia untuknya. walau, Tuhan tak mengizinkanku, lebih dari sekedar mendengarkan.

No comments:

Post a Comment