Tuesday, October 28, 2014

Kontemplasi

Cerahmu hujanku 
Pantaimu gunungku 
Katamu spasiku

Dua nama dalam dua jiwa 
Dua kota dengan jarak yang membuat kita berdoa 
Agar Tuhan selalu sayang kita 

Di bawah sisi berbeda langit yang sama 

Dalam tangis yang selalu kusesali 
Dalam tawa yang kerap kau suguhi 
Dengan kekagumanku pada irama mengaji
Dan keteguhanmu bahwa pahala-dosa cukup dalam hati

Kita
Bagai rel kereta 
Bersandingan dipaksa rasa 
Padahal kita saling tahu 
Tak pernah (akan) ada titik temu

Kan? 

No comments:

Post a Comment