Sunday, September 16, 2012

Teruntuk Seorang Bunga yang Mencintai Langit

Selama ini, aku memelihara banyak bunga. Di tamanku sendiri. Ataupun di taman orang lain. Meski tidak bisa dibilang sebagai gadis normal-yang biasanya suka merawat bunga, pakai baju bungabunga, main ke taman bunga-aku memang lebih suka lapangan basket, namun aku sedikit berusaha. Aku berusaha menjaga mereka. Bagiku mereka, cantik.

Diantara mereka ada satu istimewa. Aku memeliharanya semasa SMA. Bunga satu ini suka langit. Selalu suka. Aku seperti membaca diri sendiri ketika memahaminya. Kita cuma berbeda di perputaran bumi, dik. Aku suka langit yang sama, seketika ia berubah kelam. Ia suka terangnya. Meski sebenarnya batangnya tak sekokoh yang lain, namun bunga satu ini keras kepala. Ia suka menantang hujan untuk membaca langit, bahkan ketika deras melukai dedaunnya. 

Haha. Aku sayang dia. 
Namun, aku tak tega. 
Kalian pasti mengerti, bagaimana ceritaceritaku sebelumnya memahamkan bahwa menyayangi langit dan gemintangnya tak semudah yang dibayangkan. Perih dan luka akan terbiasa dijalani para pecintanya. Maka aku, tak tega, bunga kecilku yang istimewa merasa duka yang sama. Namun aku, juga tak bisa memisahnya. Apalagi jika ternyata, langit menyambut rasa. 

Ketika aku terhanyut merawat bunga di siang hari, sibuk membaca langit di kala malamnya, mereka ternyata satu rasa. Ketika menyadarinya, aku bingung. Tahu perasaan yang kau rasakan sesaat sebelum jatuh semaput? Aku paham. Ketika itulah cerita 'serpihan' ku tercipta.


Aku tak bisa memastikan aku baik-baik saja, namun memang begitulah seharusnya. Wahai bunga kecil kesayangan, kakak sayang kamu, seperti biasa. Jangan merasa bersalah, jangan sakit karena apapun. Tetaplah tangguh dan jalani saja. Allah akan selalu ada untukmu. Maafkan kakak. Maafkan kakak karena membuat mu meminta maaf. Kakak tidak pantas untuk itu. Kakak tidak akan menuntut apapun, kecuali satu hal. Berjanjilah, kamu akan berbahagia, oke? :)

1 comment: