Friday, March 29, 2013

menjadi dewasa

sering Hanum bertanya pada teman sekawan sewaktu sekolah menengah

apa menurut mereka dewasa itu. bagaimana ruparupanya. bagaimana cara mencapainya. tidak semua mampu menjawab. sebagian besar  jawaban tidak memberi sedikit pun kepuasan pada gadis kecil itu. kebanyakan teoritis. dan rasarasanya Hanum tidak akan mampu mencapainya, itu yang paling membuatnya tidak puas.

menjadi anak pertama, membuat Hanum seharusnya dewasa kan? namun beberapa mereka bilang Hanum kekanakan, bahkan dengan lantang menyebut manja. haha. entah dengan alasan sejuta tingkahnya yang terlalu berlebihan, gaya bicara yang tak juga rapi-rapi, gaya berpakaian asal yang masih ga pedulian, tertawa yang terlalu lepas, atau kelalaian-kelalaiannya atas tugas-tugas.

awalnya resah.
pendapat mereka-mereka mempengaruhi Hanum. Hanum merasa tidak enak pada adik sendiri karena tidak juga dewasa-dewasa. tidak membimbingnya dengan baik, tidak menjadi tempat nyaman baginya untuk bercerita gundah gulana. entah mengapa, tapi begitulah adanya.

namun,
bertemu banyak orang, mengamati, dan mempelajari manusia membuat Hanum tidak lagi resah. kenapa? santai saja. they don't know what she has been through. Allah paling tahu. Mama disampingnya selalu. Keluarga menerima apa adanya dan membantu. maka apa pedulinya? telah duapuluhan tahun Hanum bertahan menghadapi banyak hal. dan Hanum bersyukur atas segala sesuatu. meski tampilannya begitu, siapa yang tahu bisa sekuat apa ia didalam sana. meski gayanya begini, siapa yang tahu telah sedewasa apa ia selama ini.

ia tidak pula merasa sebal. terima kasih, begitu ucapnya. dengan penilaian mereka, Hanum belajar bahwa tidak ada yang bisa menghakimi manusia. tidak ada yang bisa melihat apa yang disimpan di dalam dada. Allah saja yang tahu semua. dan cukuplah itu baginya.

dan terima kasih. menjadi dewasa kini adalah pembuktian berikutnya :)
semangat!

"Allah menunda penilaian tiap manusia hingga akhir masa, maka apa kuasa kita menilai orang lain hanya dari secuplik kisah kehidupannya?"

Tuesday, March 12, 2013

berpindah.

"aku ga nyangka kalau makan donat kamu seberantakan itu"
-JCo Plaza Atrium, Jakarta Pusat, di suatu hari bulan November

"jangan berlebihan. kemarin pipi gembul, sekarang badan gendut. kamu ini ada-ada aja"
-malam, dalam percakapan telpon terakhir, di Rumah

"makasih awa. untuk semua."
-pesan singkat, terhimpit selimut hangat, di Kosan.

sesak.

aku berpindah, bintang.
maaf tak mampu mengatakannya seperti yang kujanjikan. berani. lisan. cupu ya? haha. memang selalu.
aku berhenti berlatih basket. aku berhenti belajar berlebihan. aku berhenti memaksa diri menulis dan mempelajari sastra. aku berhenti, begitu saja. dan ini memberiku banyak pelajaran. tidak aku tidak menyesal. delapan tahun ini aku belajar banyak. seperti katamu, aku kini adalah dari diriku di masa lalu. maka apa guna menyesal? aku belajar banyak. berharga sekali tiap pelajaran ini hingga aku harus membayarnya dengan tiap tetes hujan. berharga sekali hingga aku harus menerima saja cemburuNya.

aku berpindah.
aku hanya ingin menepati janji. menuntaskannya. membuat keputusan. dan memberi tahumu. bahwa bebas kini adalah milikmu, milikku. tak usah terkungkung bayang imajiku. karena aku sudah yakin.

^^
berbahagialah.

Sunday, March 10, 2013

let it go

ikan dan katak adalah dua teman baik. sedari ikan masih kecil, sedari katak masih berudu, semenjak mereka masih sama-sama berinsang, mereka berteman baik. serupa awalnya membuat mereka begitu dekat, saling memahami satu sama lain membuat mereka selalu berakhir baik-baik saja meski berkali-kali bertengkar tak tahu arah. ikan dan katak, dua teman baik.

air danau tak lagi sejernih dahulu, ketika matahari masih menjadi milik bumi sendiri. danau kini telah tak senyaman biasa. ketika persahabatan mereka mulai terasa tak biasa. katak mempunyai kaki! ia lebih dari sekedar makhluk air berinsang. sementara ikan, tidak banyak berubah, begitu-begitu saja. tak ada yang khawatir, belum, mereka baru berusia beberapa hari dan itu belum menjadi penghalang diantara keduanya.

langit tak secerah biasanya, ketika malam tidak hanya diisi sinaran para kunang-kunang. lampu temaram jalan mulai mengusiknya, seirama para manusia nakal yang kerap mengganggu komunitas danau kita. katak semakin berubah, bentuk mereka tak lagi sama. katak merasa aneh. ikan merasa aneh. namun aneh yang tak sama. katak berkembang lebih cepat, lebih berbeda, lebih dewasa. ia bahkan kini mampu meninggalkan air lama-lama. melihat dunia luar menjadi keindahan tersendiri baginya.

ikan merasa aneh. bingung sendiri.
beberapa kali mereka membicarakan hal ini. ikan masih saja lugu. terbuka apa adanya. makhluk berinsang yang kesepian. masih beranggapan katak teman baiknya. ia menumpahkan segalanya, begitu saja. hingga pertengkaran mereka kali ini menjadi tidak biasa, tidak berakhir baik-baik saja.

katak kan tidak salah juga. sebagai makhluk dua dunia, wajar saja ia berbeda. wajar saja, tanggung jawabnya lebih dari sekedar di danau kita. wajar saja, kalau ia berkeliling kemana-mana. ini hidupnya, lebih dari sekedar pertemanan dengan si ikan. masih ada cacing, angsa, serangga di luar sana yang menjalin hubungan dengannya dan entah mengapa harus ia jaga juga. iya kan?

ikan salah gak? gak tau. ikan juga kan cuma mengungkapkan. mungkin perkembangan ikan lebih lambat dibanding katak, ia tak secepat katak menjadi dewasa, tapi apakah itu salahnya? menjadi berbeda bukan takdirnya. bentuknya hanya begitu begitu saja, meski ia berusaha. di dalam air, ia adalah komunitas dominan, ketika keluarga bukan lagi tempat kembalinya, pada siapakah ia harus bercerita. ia hanya lambat itu saja. dan rasarasanya itu bukan salahnya pula.

maka ketika perbedaan telah menjadi warna di antara mereka, apa guna pertemanan itu ada? mengapa pula hubungan mereka harus dipaksakan? biarkan katak melanglang buana menuntaskan tanggung jawabnya. biarkan ikan berkonsentrasi menjadi dewasa dan bersegera. tak mesti keduanya ada bersama, atau saling bertanya. mereka baik-baik saja :) karena meski dipisahkan dua dunia, mereka tahu ketika saling membutuhkan, mereka akan selalu ada untuk satu sama lain. di sana, di danau kita.

maka lepaskan sajalah :)
tak apa. karena ketika kamu sudah percaya, melepaskan adalah pembuktian.

Saturday, February 23, 2013

:D

hari berpikir positif sedunia

pagi ini saya terbangun dari tidur yang agak kacau. pulang malam dengan energi super terkuras, membuat saya tertidur dengan pola bangun-tidur-bangun-bbman-tidur-bangun-bbman-tidur. haha, begitu sepenuhnya sadar pagi-pagi, saya mendapat pesan singkat dari seorang teman

"Makan yuk. Sekarang. Saya sudah dijalan"

haha. dia bukan teman biasa. kami dekat belakangan dan saya sepertinya melanggar janji kepada mama untuk tidak dekat berlebihan dengan teman. jarang sekali dia mengajak saya makan bersama, apalagi pagi. dia sibuk sekali. maka saya iya kan saja padahal saya masih di sudut kasur dengan rambut acakadut. begitu buru-buru saya berpakaian hingga tidak sempat mandi terlebih dahulu. hanya mencuci muka dan bergosok gigi ala bule-bule di tipi.

begitu sampai di tempat makan saya memarahinya sedikit, atas ke-random-an nya mengajak saya makan pagi-pagi tiba-tiba. tidak sempat makan, saya habiskan saja minuman yang sudah dia pesankan. dengan sedikit terbatu-batuk (ya saya sedang demam dan pilek dan batuk), saya seruput minuman berkafein itu dalam beberapa kali saja.

setengah berlari ia kemudian mengajak saya pergi berangkat, ya kami mau ke kampus. dia ada kegiatan pengwas sementara saya berjanji dengan seorang teman untuk rapat proyek. ditengah jalan, dia sempat berhenti beberapa kali membeli bubur dan air.

"Untuk teman-teman peserta pengwas," jelasnya.

ketua yang baik :p
begitu sampai di ruangan, saya baru sadar kalau rok yang saya pakai itu belakangnya robek sedikit disekitar kaki. cukup jelas untuk dilihat orang-orang. aah saya malu sekali, ingin cepat pulang. begitu sampai, ternyata pengwas nya sudah akan mulai. dan saya baru sadar teman saya yang mau rapat proyek itu peserta pengwas juga. dia ditahan sang ketua untuk tidak rapat dulu dengan saya agar fokus ke pengwasnya. benar sih. saya yang salah tidak hadir sebelum pengwas sesuai janji kami.

maka saya memutuskan turun ke lantai bawah dan menulis sedikit notes. lalu menitipkannya kepada teman saya itu.

"Kalau ada yang bingung2 tanya ya," jawab saya diiringi senyum.
ya rapat kami ga jadi, tapi semua konten udh di notes itu kok. alhamdulillah cukup jelas. di jalan saya pengen lari tapi takut jatuh dan dianggap gila. rok saya robek soalnya, malu hehe. jadi saya ya jalan aja cuek. didepan gang kos, saya menyempatkan diri membeli bubur di sebuah kios. sementara menunggu ibunya membuat, saya duduk kan di kios nya. entah apa yang salah, tiba-tiba angin bertiup begitu kencang hingga air bekas hujan pagi dan malam yang tertampung di terpal atap kios ibu itu jatuh di pangkuan saya. tepat diatas handphone pula. haha.

untung handphone nya enggak papa (semoga :3)
saya aja yang basah kuyup. ibu buburnya merasa sangat bersalah hingga mau mengantar saya pulang.

"Saya nggakpapa lho bu, gak usah diantar," senyum lagi :)

udah deh saya pulang. makan bubur, enak :9
saya sadar saya banyak salah. allah mungkin bikin banyak insiden supaya saya sadar saya banyak salah. allah menggagalkan beberapa rencana karena mungkin itu lebih baik bagi saya. dan saya sadar bahagia itu sederhana, sesederhana berkah enaknya bubur ayam pagi ini :D

mau?

Sunday, February 3, 2013

gemericik hujan malam-malam

selamat malam. 

seperti biasa saya merasa kalian selalu menyukai saya, saya pun demikian.

ketika usia saya dibawah lima, kalianlah teman bermain paling luar biasa. meski kemudian harus berbayar bentakan papa atau ceramah panjang mama, saya tidak pernah jera. semasa saya sudah ahli dalam memainkan aksara, kalianlah selalu pujaan saya. jangan bandingkan dengan karya pak Sapardi yang mulia, ia memang paling luar biasa. setidaknya saya senantiasa setia. sewaktu agama telah mewarnai jiwa saya sepenuhnya, saya tidak melewatkan kesempatan sedikitpun berdoa ketika kalian berjatuhan kebingungan menghantam bumi bagai dedaunan musim gugur. seketika dunia saya bermain dalam kelam, saya suka sekali membahas wewangian yang kalian tinggalkan. saya baru mengenal istilahnya, petrichor, begitu kata teman saya si ahli sastra. saya tidak tahu dari mana ia tahu. saya sulit sekali mereka-reka. namun saya suka, petrichor. 

hujan,
hanya perasaan saya saja atau Ia memang mengerti hubungan kita?
ketika hati saya begitu bergemuruh, Ia mendatangkan hujan lebaat sekali hingga orang-orang panik. ketika saya bosan dan ingin menangis, gerimis pelan-pelan Ia kirimkan menemani. ketika saya sedih kalian usai pertunjukkan, saya dikirimkan wewangian sempurna yang kalian ciptakan. bukan, bukan saya tidak suka cerah, hanya saja saya rasa kalian benar-benar berkah.

ah saya hanya terlalu geer. harusnya saya jera, karena kata orang-orang mestinya saya sudah dewasa. 

Sunday, January 13, 2013

sepanjang jalan

banyak orang bilang kasih orang tua sepanjang jalan

saya mikir sih. kok sepanjang jalan. emang jalan itu sepanjang apa, ketemu laut ga ada jalan, ketemu jurang jalannya putus. kayaknya salah perumpamaan deh ini orang-orang.

saya harusnya pulang esok hari. tiket garuda indonesia dengan nomor penerbangan sekian pukul 13.30 sudah ada di tangan papa. dengan hati gembira mereka mengingatkan saya untuk mengepak pakaian, jangan lupa bawa bahan pelajaran atau cuma sekedar makan banyak biar kuat di perjalanan.
tapi saya ga jadi pulang besok, pa, ma.

duh rasa bersalah besar sekali jatuh di pundak saya. saya pikir mereka akan kesal atau seperti yang biasa papa saya lakukan ketika marah, diam. saya sudah antisipasi. dengan beberapa janji-janji. tapi sebuah luka menganga besar di hati ini, tidak bisa dibohongi. yang membuat luka itu semakin perih adalah, alih-alih bertingkah sesuai ekspektasi. papa sama mama malah sibuk menanyai.

"kamu ada kegiatan apa?"
"nulis ma, banyak jadwal wawancara sama dokter-dokter. terus ngeliput seminar juga beberapa"
"waah karirnya berkembang pesat ya, asyik ni ketemu dokter-dokter. nanti mau ya tulisannya." dengan riangnya mama malah antusias.
"kalau gitu kita pesan tiket tanggal 19 aja kali ya ma? atau tanggal 24 mau bareng papa balik dr Bandung?" suara berat papa membantu mencarikan solusi.

dibelakang suara hangat itu, ribut adik-adik meningkahi
"yeee dasar lo, pakai telat pulang pula karena kerja. awas aja ga bawa oleh-oleh"
"ayu mau ini kak wa. jangan lupa bawa". si kecil yang sebentar lagi ulang tahun ke-13 ini menimpali kalimat tajam kakaknya yang centil. 

deras.
deras hujan didalam hati saya. buat bilang maaf aja takut, malu.
maafkan. saya ga bisa janji apa-apa. ga terucap satu pun waktu itu. cuma ingin mendengarkan. atau segera mengakhiri pembicaraan, agar isak saya tak terdengar dari kejauhan.
saya bodoh sekali, telah menggadaikan hati ini pada seseorang yang entah apa jasanya dalam hidup saya. saya bodoh sekali menghabiskan waktu ribuan hari memikirkan sosok yang tak pernah memikirkan saya bahkan sekali.

mama. papa.
sehat-sehat ya. berjanjilah. agar suatu hari, saya bisa membanggakan dan membahagiakan kalian. mungkin masih lama lagi. maafkan saya membuat kalian menanti. tapi saya akan berusaha sekali. kuat sekali. agar saat itu benar-benar tiba suatu hari. :) terima kasih telah selalu ada selama ini. terima kasih karena telah saling memilih. terima kasih karena membuat saya dan dua perhiasan mulia kalian lainnya ada. :) love u.

p.s; segera pulang <3

Tuesday, January 1, 2013

mudah saja

pagi tahun baru yang wangi, seperti biasa
mengiringi langkah kaki para pecinta hura-hura semalam
menyisakan langkah para penerima kenyataan, yang memunguti serpihan harapan bernama reruntuhan
kamuflase kemenangan

ha
susah sekali ya mengenang masa lalu. serasa telah puluhan ribu waktu memburu. namun belum ada yang mampu memuaskan nafsu akan 'ingin' yang terus menerus tak berhenti berseru

beberapa hari sebelum semarak pergantian waktu dunia, aku sudah memutuskan. dinamika memang menyakitkan, namun meski berdarah, harusnya aku berlari. memang harusnya berlari saja, sejauh-jauhnya, selama-lamanya tidak berhenti. karena untuk menjadi sempurna, aku harus mengorbankan hal paling berharga yang kupunya

hei.
ini aku yang baru. mudah saja. tak usah analisa. tak usah pikirkan apa-apa. terserah saja, lakukan apapun. aku bisa sempurna. karena bagiku, mudah saja. :) tentang aku dan kasih sayangNya, itu membuat segala alam semesta, turun naik yang ditawarkannya, berat ringan beban yang dihadapkannya, semua, mudah saja.

aku tidak peduli. segalanya mudah saja.
aku hanya butuh Dia. dan semua akan menjadi sempurna.


-"Allah SWT. berfirman: “Jika kau tidak pernah merasakan kepedihan dan mengalami permasalahan, bagaimana kau tahu Aku Penyembuh? Jika kau tidak pernah berbuat kesalahan, bagaimana kau tahu Aku Pengampun? Jika kau tidak pernah terluka, bagaimana kau tahu aku Penghibur? Jika hidupmu sempurna, lalu mengapa kau butuh Aku?"-
[hadits Qudsi]

selamat hari baru dunia. syukuri setiap detikmu. Ia menunggu.