Friday, May 6, 2011

tentang AKU

ini kutemukan di blog lama ku. dan tak pernah kukira, aku sendiri yang pernah menuliskan ini? kemana aku yang itu? :')




"aku.tiga huruf yang terkadang membuatku mengernyitkan dahi hingga berlipat-lipat.
aku.menyebut kata itu, seketika pikiranku terselubung kelam kebingungan akan makna kata itu bagi diri ini. aku, ya cuma aku. yang aku tahu, setidaknya dalam hidupku kini, aku memiliki beberapa peranan. sebagai anak, kakak, teman, sahabat, saudara, sepupu, keponakan, murid, guru, mahasiswi, aktivis, da'i, akhwat, dan lain-lain. tapi itu semua tak cukup untuk menjawab pertanyaan tentang 'siapa aku?'. memandang sesosok tubuh sederhana di muka cermin, aku termenung.
sebenarnya siapa aku?
dalam renungan panjang belasan tahun kehidupanku, meski tak tepat benar, namun setidaknya kini aku dapat memaknai diri ini dengan lebih baik.setidaknya kini aku mengerti bahwa: aku adalah aku, bukan apa-apa, bukan siapa-siapa, hanya hambaNya
dan dari satu peranan itulah, aku memahami banyak hal.
tentang kelebihanku dan segala konsekuensiNya
tentang kekuranganku dan segala koreksiNya
tentang hidupku dan segala warnaNya
tentang matiku dan segala janjiNya
dan yang pasti, tentang aku dan cintaNya"

Friday, April 22, 2011

great university :D

baru bangun jam stengah 9. langsung nyungsep suatu ide. haha :)
kepikiran beberapa universitas terbaik di dunia. (hah?tiba2 banget..)
ini dia beberapa yang aku suka

Tokyo University (TODAI)-Japan
(semoga baik-baik aja pasca tsunami kemarin,amin)

John Hopkins University-Baltimore,US
(bangunannya klasik :) )

 Ludwig-Maximilians-Universität München (LMU)-Germany
(kalo yang ini, aku suka negaranya ^^)

Harvard University-Cambridge, Massachusetts, USA
(ini bagian kantinnya, mirip hogwarts haha)

tapi, untuk yang sekarang, yang paling kucinta emang:
masuk FKUI adalah sebuah mimpi bagi anak kecil seperti aku waktu itu
tapi itu ternyata bisa jadi nyata
jadi, kenapa enggak coba bermimpi lagi? semangat teman2!
^^

“Dream as if you'll live forever, live as if you'll die today.”-anonymous

Friday, April 15, 2011

FSI FKUI :)

 :)
ini salah satu tugas kaderisasi di FSI. aku buatnya H-1 sih, hahaha. jadi agak ngaco, tapi ini sepenuh hati lho :) siapa tahu bisa jadi inspirasi 

 Karena Kebanggaanku Menjadi Seorang Muslimah
“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam [Ali Imran : 19]”
            Ketika diinstruksikan untuk menulis sebuah essay tentang alasan/motivasi mendaftarkan diri ke Forum Studi Islam (FSI) FKUI, jujur, aku merasa sedikit bingung. Hal ini disebabkan karena aku mendaftar dengan spontan. Ya, begitu saja, seolah tak ada apapun yang melatarbelakanginya. Maksudku, aku mendaftarkan diri untuk beberapa badan lainnya dengan semangat karena aku ingin mempelajari hal-hal baru, seperti jurnalistik di MA dan kepedulian terhadap sesama serta kemampuan bekerjasama di CIMSA. Hal itu karena aku ingin merasakan, mempelajari dan memahami banyak hal dalam masa kehidupan ini.  Namun, badan rohani bukanlah hal baru bagiku. Meskipun demikian, aku malah dengan yakin-atau tepatnya, spontan- memutuskan dengan sepenuh hati, sebagai pilihan pertama, menjadi anggota FSI. Setelah aku pikirkan dalam-dalam, merenung-renungi halaman kosong ini, membalik-balik memori pikir dan ruang hati. Maka, kuputuskan, alasanku mendaftarkan diri ke FSI FKUI adalah : karena kebanggaanku menjadi seorang muslimah.
Yup, Aku bangga menjadi muslimah, hamba Allah SWT, umat Muhammad SAW. Aku bangga menjadi muslimah, sesosok tangguh ciptaanNya, seolah perhiasan yang paling mulia dalam ketaatan. Semenjak dibangku SMA, aku mengikuti beberapa badan rohani di dalam dan di luar lingkungan sekolah. Awalnya ketika itu, aku hanya ingin ikut-ikutan teman saja. Namun disana, dibangku-bangku majelis ilmu, lingkaran kecil pengikat ukhuwah dan tutur ucap beberapa senior dan teman tentangNya serta kekasihNya, hatiku terpaut. Pada saat itulah kutemukan banyak alasan yang membuat aku bangga dengan agamaku, seolah ingin berteriak meski hanya dalam hati, heei, aku muslimah, dan aku bangga dengan agamaku. Ketika itu, kumulai langkah kecil-meski masih gamang-di jalan dakwah ini dengan menyempurnakan hijab ku. Merapikan jilbab mungil yang sewaktu kecil kubawa berlari-lari, mengulurkannya hingga menutupi diri. Semenjak itu aku belajar beberapa hal, dan semua itu berhasil merubahku-semoga ke arah yang lebih baik,amin. Perubahan yang sangat aku syukuri ke’mula’annya dan ku harap tak pernah ada akhirnya.
Hm, karena kebanggaan itulah, karena kemuslimahanku itulah, aku tidak ingin berhenti. Aku tidak mau meninggalkan jalan ini, jalan dakwah yang meski panjang, berat, sedikit temannya dan banyak musuhnya, namun menjanjikan banyak hal indah pada akhirnya. Tentang ilmu dan hidayah, tentang cinta dan ukhuwah. Tentang kebanggaanku menjadi muslimah dan mimpi besarku mengawali perubahan. Aku tidak bisa lagi berhenti, maka kulanjutkanlah perjuangan itu disini, salah satunya dengan mendaftarkan diri ke FSI FKUI, sebagai badan rohani, lembaga dakwah kampus, ladang perjuangan panjangku selanjutnya, bersama teman-teman. Dengan demikian, setelah bergabung di FSI FKUI, aku berharap dapat merasakan, mempelajari dan memahami banyak hal lagi dalam hidup ini.Harapanku terhadap FSI FKUI kedepannya, semoga dapat menjadi lembaga dakwah yang lebih produktif lagi, mewarnai FKUI agar menjadi lebih indah lagi. Semoga FSI FKUI dapat terus melaksanakan tindakan-tindakan konkret dalam rangka mewujudkan mimpi-mimpi besar perubahan yang dapat memberikan manfaat bagi banyak orang. Semoga FSI FKUI terus menjadi badan rohani yang menyejukkan hati, dan semoga aku dan teman-teman bisa berkontribusi, amin.


Monday, April 11, 2011

kampungku tercinta :D

Ya Allah. pas lagi ngubek2 google gak jelas, dalam keadaan lemes sehabis sumatif dan seabrek hal lainnya. awa nemuin fakta yang ngagetin *agak rasis sebenarnya.

fakta 1 :
"Dr. dr. Damayanti R. Sjarif, Sp.A(K), (lahir di Padang, Sumatera Barat, 30 Januari 1959; umur 52 tahun) adalah pakar penyakit nutrisi dan metabolik anak berkewarganegaraan Indonesia"
cited on : http://id.wikipedia.org/wiki/Damayanti_Rusli_Sjarif

fakta 2 :
"Dari podium ilmiah Auditorium FKUI beberapa bait pantun dengan dialek Minang itu terdengar. Yang menyuarakannya adalah Prof.dr. Mohamad Sadikin, DSc pada pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar Tetap dalam Ilmu Biokimia dan Biologi molekuler pada FKUI, 23 Februari 2008 lalu. Tak luput, sekitar 500 undangan beserta Rektor UI yang memimpin sidang turut tergalak mendengarnya"
cited on : http://www.majalah-farmacia.com/rubrik/one_news.asp?IDNews=694


ooh.god.2 guru besar di kampus awa (demi apa? FKUI) ini, berasal dari sebuah kampung yang awa cium aroma udaranya berbelas tahun, yang awa hafal banget tiap bumbu dahsyat pedasnya, yang awa cinta banget harum tanah dan paginya. huaaa. MINANGKABAU, i love u sooo. oke. sekian aja kemalasan, kelemesan, keluh kesah awa. awa ga mau malu2in kampung awa. awa mau jadi kayak mereka, banggain kampung awa yang tercinta. :D

Ayo putra putri minang, bangkik! Allahu akbar! :D





*maaf ya dok saya bawa2 nama dokter di note saya yang kurang penting ini. terimakasih sudah mau mengajari saya. terimakasih juga telah lahir di kampung saya :D
**maaf kalau agak2 rasis. ini sekedar penyemangat bagi saya dan teman2 saya, dari manapun kita berasal. karena sesungguhnya kita satu, INDONESIA. :D

Sunday, April 10, 2011

cahaya.1

minggu 10 April 2011

berharap hujan mewarnai malam.
beberapa hari belakangan agak berat.
tapi setelah peristiwa 'tumpah' dan 'delete', banyak hal terjadi, rasanya lega. hari ini agak sulit. kesadaran buat belajar baru datang belakangan, haha. tapi beneran, rasanya lega. dan beberapa cahaya, sedikit memberi pencerahan.


cahaya 1:


Suatu hari saat pulang dari kampus dengan berlelah-lelah. sedikit resah dan keluh terselip disana, sebenarnya. Aku pulang menyusuri jembatan penyebrangan yang selalu sama, ribut dan abu-abu (kenapa gak dicat ijo sih? --a). Namun di salah satu tiang tangga penyangga, aku melihat sesosok kakek tua memeluk tiang tersebut. erat sekali, sambil sesekali tersenyum melihat orang lalu lalang. Ia seakan hendak mengatakan sesuatu, namun tertahan. ia mencoba, namun gagal lagi. Aku berlalu dihadapannya sembari tersenyum, lalu ia sedikit mencoba hendak mengatakan sesuatu. aku berhenti dan..
"ada apa pak?" :)
"hmm. neng, maafkan bapak mengganggu, sebenarnya.."
"ya?"
"bapak habis berobat d RSCM. tapi ternyata biaya pengobatannya mahal sekali. uang bapak habis, dan tidak ada ongkos buat pulang. bapak sudah beberapa jam disini neng."
"oo. rumah bapak dimana?"
"bekasi neng. harus naik kereta. hmm. ehmm, neng maaf. bisa tolong bapak neng? bapak mau pulang"

hatiku teriris. kuperhatikan langit, semburat jingga telah mewarnainya dengan sedikit isyarat hujan. kuperhatikan kakek itu, usia telah menggerogoti raganya. ah kakek..aku rindu..
"ini pak. hanya sedikit. semoga bisa membantu. apakah kira2 cukup untuk pulang?"
"alhamdulillah. insya Allah cukup neng. terima kasih ya Allah. terima kasih neng. bapak mau pulang dulu ya. mau hujan"
"ya, hati2 ya pak"
kuperhatikan senyum riangnya. oh tuhan, itu hanya uang 10 ribuan yang tadi bahkan aku biarkan lecek didalam kantong. tapi dunianya seolah berubah cerah hanya karena uang itu. aah. kakek, aku rindu...
sesaat kemudian, ia berbalik..
"semoga Allah memudahkan urusan neng ya. semoga Allah membalas"
jleb. aku bahkan terlupa mengatakan terima kasih. respon ku melambat, karena kata-katanya itu, sungguh adalah sebuah jawaban atas hari ku saat itu. saat dimana kejenuhan mewarnai jiwaku dengan keluh, dan kesibukan mewarnai ragaku dengan peluh.
terimakasih pak..
semoga Allah membalas doa mulia bapak. dan mengabulkannya. amin :')


“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Luqman: 14-15)


To Be Continued...

Friday, April 8, 2011

delete.

jumat 8 april 2011
h-12.

selalu saja. topi abu2. rambut berantakan. dan jaket basket kesayangan.
-aku hafal.



mungkin waktu telah menjadi kental akan darah. segar. tumpah. terlalu dalam. mungkin jarak telah menjadi jenuh akan peluh. penuh. mengepul. terlalu lelah. jarak dan waktu, bersitegang berkoar dihadapanku. bercerita, sedikit memaksa. mengguncang maju mundur bahu rapuhku. berusaha membangunkan, tidur panjangku. 6 tahun,, haha. andai saja aku putri tidur, mungkin pelangi berubah hitam dan dedaunan berlumut lelah menanti sadarku.
tapi.
revolusi harus terjadi. dan kumulai itu detik ini. seperti tiap kata yang ku tulis-hapus dalam catatan ini, kini semua cerita yang telah kutulis, dengan bintang di dalamnya, harus aku hapus. "delete". dan semua, akan menjadi hari baru bagiku. karena ternyata aku tidak cukup kuat. aku tidak cukup hebat. menopangmu, menunggumu, karena langit kelamku, selalu haru meski denganmu. namun semesta terangmu, tak pernah redup meski tanpaku. maaf. aku kini, bukan lagi awa kecil. aku butuh hidupku. dan mereka butuh aku. 
aku ingin jadi berani. jadi bolehkah aku?



nb:
"masih suka liat malam?"
"he ehm. tapi semuanya gelap sekarang."

Thursday, April 7, 2011

tumpah.


masih pantaskah aku?
bernafas saja rasanya kini aku malu.
mengingat berjuta miliar noda legam kucorengkan dalam lukisan ini
lukisan penuh warna yang tadinya baru
biru dan warna warni

masih bolehkah aku?
hidup saja rasanya aku hina
mengingat beribu keluh dan resah yang kutumpahkan dalam wadah ini
wadah penuh kasih yang tadinya haru
luap dan beruap-uap


aku merasa tak pantas.hina.setiap detik yang kini kujalani semakin kacau tidak berguna. aku enggan bertanya untuk yang kesekian kali "masih bolehkah?masih pantaskah?sekali lagi?". aku tak lagi punya mau. aku tak lagi mampu, bahkan untuk bernafas dalam duniaNya yang mulia.seandainya masih pantas.seandainya masih boleh.dapatkah aku meminta? ampuni aku. mungkin ini yang kesejuta kali. atau miliar? aku lupa. tapi tangisku membuncah saat selalu ingat, bahwa mungkin ini kesempatan terakhirku, mengatakan itu. ampuni aku. biar saja orang bilang aku gila. biar saja mereka bilang aku fanatik. kini yang aku tau, aku tak akan pernah mampu melepas lagi semua kesempatan dalam tiap mikrodetik kehidupanku untuk memohonkan ampun padaMu. aku tak mau saat masa itu datang, dan engkau menyambut derap langkah gembiraku dengan kata :
"Engkau bukan hambaKu."sembari memalingkan wajah agungMu dariku. wajah yang teramat kurindukan, Tuhan.

“Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka (orang-orang kafir) pada hari kiamat benar-benar terhalang dari (melihat) Rabb mereka” (QS al-Muthaffifin:15).

biarlah. sejenak aku menumpah ruahkan amarah pada diri. maaf. tapi kumohon. biarkanlah sejenak, aku merengek kekanakan. pada Tuhan yang kusayang. Tuhan yang wajahNya ingin kukenang.