berharap hujan mewarnai malam.
beberapa hari belakangan agak berat.
tapi setelah peristiwa 'tumpah' dan 'delete', banyak hal terjadi, rasanya lega. hari ini agak sulit. kesadaran buat belajar baru datang belakangan, haha. tapi beneran, rasanya lega. dan beberapa cahaya, sedikit memberi pencerahan.
cahaya 1:
Suatu hari saat pulang dari kampus dengan berlelah-lelah. sedikit resah dan keluh terselip disana, sebenarnya. Aku pulang menyusuri jembatan penyebrangan yang selalu sama, ribut dan abu-abu (kenapa gak dicat ijo sih? --a). Namun di salah satu tiang tangga penyangga, aku melihat sesosok kakek tua memeluk tiang tersebut. erat sekali, sambil sesekali tersenyum melihat orang lalu lalang. Ia seakan hendak mengatakan sesuatu, namun tertahan. ia mencoba, namun gagal lagi. Aku berlalu dihadapannya sembari tersenyum, lalu ia sedikit mencoba hendak mengatakan sesuatu. aku berhenti dan..
"ada apa pak?" :)
"hmm. neng, maafkan bapak mengganggu, sebenarnya.."
"ya?"
"bapak habis berobat d RSCM. tapi ternyata biaya pengobatannya mahal sekali. uang bapak habis, dan tidak ada ongkos buat pulang. bapak sudah beberapa jam disini neng."
"oo. rumah bapak dimana?"
"bekasi neng. harus naik kereta. hmm. ehmm, neng maaf. bisa tolong bapak neng? bapak mau pulang"
hatiku teriris. kuperhatikan langit, semburat jingga telah mewarnainya dengan sedikit isyarat hujan. kuperhatikan kakek itu, usia telah menggerogoti raganya. ah kakek..aku rindu..
"ini pak. hanya sedikit. semoga bisa membantu. apakah kira2 cukup untuk pulang?"
"alhamdulillah. insya Allah cukup neng. terima kasih ya Allah. terima kasih neng. bapak mau pulang dulu ya. mau hujan"
"ya, hati2 ya pak"
kuperhatikan senyum riangnya. oh tuhan, itu hanya uang 10 ribuan yang tadi bahkan aku biarkan lecek didalam kantong. tapi dunianya seolah berubah cerah hanya karena uang itu. aah. kakek, aku rindu...
sesaat kemudian, ia berbalik..
"semoga Allah memudahkan urusan neng ya. semoga Allah membalas"
jleb. aku bahkan terlupa mengatakan terima kasih. respon ku melambat, karena kata-katanya itu, sungguh adalah sebuah jawaban atas hari ku saat itu. saat dimana kejenuhan mewarnai jiwaku dengan keluh, dan kesibukan mewarnai ragaku dengan peluh.
terimakasih pak..
semoga Allah membalas doa mulia bapak. dan mengabulkannya. amin :')
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Luqman: 14-15)
To Be Continued...






