Sunday, April 10, 2011

cahaya.1

minggu 10 April 2011

berharap hujan mewarnai malam.
beberapa hari belakangan agak berat.
tapi setelah peristiwa 'tumpah' dan 'delete', banyak hal terjadi, rasanya lega. hari ini agak sulit. kesadaran buat belajar baru datang belakangan, haha. tapi beneran, rasanya lega. dan beberapa cahaya, sedikit memberi pencerahan.


cahaya 1:


Suatu hari saat pulang dari kampus dengan berlelah-lelah. sedikit resah dan keluh terselip disana, sebenarnya. Aku pulang menyusuri jembatan penyebrangan yang selalu sama, ribut dan abu-abu (kenapa gak dicat ijo sih? --a). Namun di salah satu tiang tangga penyangga, aku melihat sesosok kakek tua memeluk tiang tersebut. erat sekali, sambil sesekali tersenyum melihat orang lalu lalang. Ia seakan hendak mengatakan sesuatu, namun tertahan. ia mencoba, namun gagal lagi. Aku berlalu dihadapannya sembari tersenyum, lalu ia sedikit mencoba hendak mengatakan sesuatu. aku berhenti dan..
"ada apa pak?" :)
"hmm. neng, maafkan bapak mengganggu, sebenarnya.."
"ya?"
"bapak habis berobat d RSCM. tapi ternyata biaya pengobatannya mahal sekali. uang bapak habis, dan tidak ada ongkos buat pulang. bapak sudah beberapa jam disini neng."
"oo. rumah bapak dimana?"
"bekasi neng. harus naik kereta. hmm. ehmm, neng maaf. bisa tolong bapak neng? bapak mau pulang"

hatiku teriris. kuperhatikan langit, semburat jingga telah mewarnainya dengan sedikit isyarat hujan. kuperhatikan kakek itu, usia telah menggerogoti raganya. ah kakek..aku rindu..
"ini pak. hanya sedikit. semoga bisa membantu. apakah kira2 cukup untuk pulang?"
"alhamdulillah. insya Allah cukup neng. terima kasih ya Allah. terima kasih neng. bapak mau pulang dulu ya. mau hujan"
"ya, hati2 ya pak"
kuperhatikan senyum riangnya. oh tuhan, itu hanya uang 10 ribuan yang tadi bahkan aku biarkan lecek didalam kantong. tapi dunianya seolah berubah cerah hanya karena uang itu. aah. kakek, aku rindu...
sesaat kemudian, ia berbalik..
"semoga Allah memudahkan urusan neng ya. semoga Allah membalas"
jleb. aku bahkan terlupa mengatakan terima kasih. respon ku melambat, karena kata-katanya itu, sungguh adalah sebuah jawaban atas hari ku saat itu. saat dimana kejenuhan mewarnai jiwaku dengan keluh, dan kesibukan mewarnai ragaku dengan peluh.
terimakasih pak..
semoga Allah membalas doa mulia bapak. dan mengabulkannya. amin :')


“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Luqman: 14-15)


To Be Continued...

Friday, April 8, 2011

delete.

jumat 8 april 2011
h-12.

selalu saja. topi abu2. rambut berantakan. dan jaket basket kesayangan.
-aku hafal.



mungkin waktu telah menjadi kental akan darah. segar. tumpah. terlalu dalam. mungkin jarak telah menjadi jenuh akan peluh. penuh. mengepul. terlalu lelah. jarak dan waktu, bersitegang berkoar dihadapanku. bercerita, sedikit memaksa. mengguncang maju mundur bahu rapuhku. berusaha membangunkan, tidur panjangku. 6 tahun,, haha. andai saja aku putri tidur, mungkin pelangi berubah hitam dan dedaunan berlumut lelah menanti sadarku.
tapi.
revolusi harus terjadi. dan kumulai itu detik ini. seperti tiap kata yang ku tulis-hapus dalam catatan ini, kini semua cerita yang telah kutulis, dengan bintang di dalamnya, harus aku hapus. "delete". dan semua, akan menjadi hari baru bagiku. karena ternyata aku tidak cukup kuat. aku tidak cukup hebat. menopangmu, menunggumu, karena langit kelamku, selalu haru meski denganmu. namun semesta terangmu, tak pernah redup meski tanpaku. maaf. aku kini, bukan lagi awa kecil. aku butuh hidupku. dan mereka butuh aku. 
aku ingin jadi berani. jadi bolehkah aku?



nb:
"masih suka liat malam?"
"he ehm. tapi semuanya gelap sekarang."

Thursday, April 7, 2011

tumpah.


masih pantaskah aku?
bernafas saja rasanya kini aku malu.
mengingat berjuta miliar noda legam kucorengkan dalam lukisan ini
lukisan penuh warna yang tadinya baru
biru dan warna warni

masih bolehkah aku?
hidup saja rasanya aku hina
mengingat beribu keluh dan resah yang kutumpahkan dalam wadah ini
wadah penuh kasih yang tadinya haru
luap dan beruap-uap


aku merasa tak pantas.hina.setiap detik yang kini kujalani semakin kacau tidak berguna. aku enggan bertanya untuk yang kesekian kali "masih bolehkah?masih pantaskah?sekali lagi?". aku tak lagi punya mau. aku tak lagi mampu, bahkan untuk bernafas dalam duniaNya yang mulia.seandainya masih pantas.seandainya masih boleh.dapatkah aku meminta? ampuni aku. mungkin ini yang kesejuta kali. atau miliar? aku lupa. tapi tangisku membuncah saat selalu ingat, bahwa mungkin ini kesempatan terakhirku, mengatakan itu. ampuni aku. biar saja orang bilang aku gila. biar saja mereka bilang aku fanatik. kini yang aku tau, aku tak akan pernah mampu melepas lagi semua kesempatan dalam tiap mikrodetik kehidupanku untuk memohonkan ampun padaMu. aku tak mau saat masa itu datang, dan engkau menyambut derap langkah gembiraku dengan kata :
"Engkau bukan hambaKu."sembari memalingkan wajah agungMu dariku. wajah yang teramat kurindukan, Tuhan.

“Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka (orang-orang kafir) pada hari kiamat benar-benar terhalang dari (melihat) Rabb mereka” (QS al-Muthaffifin:15).

biarlah. sejenak aku menumpah ruahkan amarah pada diri. maaf. tapi kumohon. biarkanlah sejenak, aku merengek kekanakan. pada Tuhan yang kusayang. Tuhan yang wajahNya ingin kukenang.

Wednesday, April 6, 2011

kata2 lucu

kata2 lucu yang tiba2 aja muncul dalam pikiranku :
JARAK terlalu lemah untuk menghapuskan rasa. WAKTU mungkin sedikit lebih kuat dibanding jarak, namun diatas segalanya, yang selalu paling kuat adalah IMAN
perasaan bersalah-saat membuat suatu pengharapan yang tidak seharusnya-itulah yang paling kuat menghapuskan rasa. thanks to kak mutia lailani, yang sudah menjadi trigger kelahiran kata2 lucu ini XD
semangat kakak sayang. innallaha maanna.

Tuesday, April 5, 2011

hmmmph. XD

xx : kuliah dimana?
aku : kedokteran
xx : tapi kok jarang nulis tentang kedokteran sih?
aku : capek. di kampus udah nulis ltm melulu. masa' di blog nulis ltm lagi? --"
xx : udah ketemu mayat belum?
aku : kenapa emangnya kalau udah?
xx : ngeri ya?
aku : seru tau. sering2 aja deh ke bangsal potong.
xx : disuntik sakit ga sih?
aku : --a (pergi *muak)

cerpen aneh bin gagal :P


Sahabat Hebat
20 Maret 2010...
Usianya hanya terpaut beberapa tahun denganku. Meski terlihat lebih muda, tapi sungguh selama ini, ialah yang selalu menguatkanku, menjagaku untuk tetap berdiri setelah jatuh, menopangku agar tetap berlari setelah berhenti.
***
4 Januari 2011...
Sudah semenjak berkaki empat kami bersahabat. Ibuku dan Ayah Aini adalah teman sekelas sewaktu SMA dan seakan tak ingin kehilangan hubungan, kami mewarisi persahabatan itu. Bahkan persahabatan itu dihiasi dengan nama kami yang mirip, Ainindya dan Anindita. Haha. Aku menikmati persahabatan ini. Aku menyukai kebersamaan kami. Terutama saat ia menghentikan waktu. Yup, ia menghentikan waktu. Senyumnya, tawanya, lesung pipitnya, ceria dan riang gembiranya seakan selalu menghentikan perputaran masa. Memesonakan semua makhluk Tuhan yang memandangnya. Beda sekali denganku yang pendiam, pemalu, yang bisanya cuma belajar atau baca buku disudut kelas. Tapi gapapa, paling tidak, ia sahabatku.
***
18 Juni 2011...
Lagi. Aku kalah dalam perlombaan. Yang kesekian kalinya dalam tahun ini. Membuat aku merasa bahwa semua mata menatap tajam kepadaku, menuntut seorang juara bertahan ini untuk mebuktikan kemampuannya. Itu membuatku sesak. Dadaku serasa panas dan akan meledak.
Lagi. Aku gagal menjadi juara kelas. Yang kesekian kalinya dalam beberapa semester belakangan. Membuat aku merasa bahkan guru-guru pun bertanya degan tegas, apa yang terjadi pada anak emas mereka ini. Itu membuatku terisak. Kerongkonganku terasa penuh, asam.
Lagi. Lelaki yang aku kagumi semenjak masih berpakaian putih merah, ternyata kagum kepada wanita lain. Wanita yang kesekian dalam belasan tahun persahabatan kami. Ia bahkan memarahiku dan mengatakan bahwa aku murahan. Itu membuat mukaku memerah. Mataku bengkak, hingga berhari-hari berikutnya.
Dan lagi-lagi.semua seakan tidak berhenti. Ibu pergi. Setelah ayah menuduhnya selingkuh.
Kenapa hidupku yang sempurna berubah secepat ini menjadi neraka. Rasanya aku mau menghilang saja. Rasanya aku mau pergi saja. Ini gara-gara dia, dia yang selalu menang sekarang. Dia yang selalu saja bahagia, bahkan diatas penderitaanku. Dia yang selalu saja dibanggakan, bahkan oleh Ayah dan Ibuku. Aku benci, muak. Kapan ini akan berakhir. Kalau Tuhan tidak bertindak, biar aku saja.
***
22 Juni 2011...
“Dear Anindya, sahabat yang paling Aini sayang...
Anin, Aini selalu nganggep kamu tu sahabat Aini yang paling baik. Aini selalu jadiin kamu sebagai panutan Aini. Aini berjuang keras supaya bisa jadi juara kelas dan berprestasi seperti kamu. Supaya Aini pantas jadi temen kamu, Anin. Aini juga nolak pernyataan cinta Ryo, karena Aini mau kayak Anin. Mau fokus untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Sabar Anin, Aini tau Anin sayang banget ama ibu, tapi ibu pasti udah tenang di surga sana. Mulai sekarang, Anin boleh anggap ibu Aini, ibu Anin juga.
Makasi ya Anin, udah mau jadi sahabat Aini. Meski banyak orang bilang kita ga selevel, Aini gapapa kok. Aini justru mau bilang, Apapun kata orang lain atau bagaimanapun pandangan mereka tentang Anin, Aini selalu bangga sama Anin. Sahabat Aini yang paling hebat.”
Potongan surat Aini.
Remuk dalam genggamanku.
Berlumur bercak darahnya dan tetesan airmata terakhirku.

introvert?


terkadang aku merasa enggan. enggan membagi cerita ku, terutama yang dituliskan dengan tinta biru dan hitam atau mungkin berlatar abu-abu, kepada orang lain "kamu introvert ya.." komentar seorang kakak kelasku. pernyataan nya membuat ku tersentak. aku? si akhwat lebay dan suka capcay ini introvert? hmmm. sebenarnya, apa itu introvert??? (nah lho? o.O)

sedikit menculik bahan dari :
http://andrew.getux.com/2008/07/30/apakah-aku-seorang-intovert/

Introvert personality adalah suatu karakter pribadi yang bersifat individu dan biasanya lebih pendiam dan tertutup, sedikit bicara dan lebih suka menjadi pendengar yang baik dalam suatu kelompok atau lebih suka menyendiri di rumah daripada harus berkumpul dengan orang lain, atau berjam-jam duduk di depan komputer. Tapi tidak semua introvert bersikap seperti itu, tidak sedikit orang introvert yang suka berkelompok dan membicarakan sesuatu dengan temannya walaupun kebanyakan hanya suka membicarakan atau melakukan hal-hal yang dianggapnya bermanfaat atas berbagai alasan.
Sumber diculik dari sini


hmm,hmmm. makin bingung, dimana sih letak introvertnya? hahaha. abis, semua orang selalu bertutur-bahkan saat mereka baru pertama kali kenalan denganku-"kamu ribut ya?!" atau "haha. dasar lebay" atau "ceria amat sih. dari tadi semangat2 mulu ngomongnya" atau bahkan "berhenti loncat-loncat dan senyum-senyum,bisa gak sih?". zzzzz. emang aneh ya.


nyulik lagi nih keterangannya dari :
http://andrew.getux.com/2008/07/30/apakah-aku-seorang-intovert/

Konsep ini muncul sejak 1920-an dari seorang ahli psikolog, Carl Jung, dan kini menjadi variabel penting di berbagai macam tes kepribadian, termasuk Myers-Briggs Type Indicator yang terkenal itu. Kaum introvert tidak selamanya pemalu. Orang-orang pemalu adalah mereka yang cemas atau takut atau menampik diri dari lingkungan sosial; introvert pada umumnya tidak seperti itu. Orang introvert juga tidak anti orang lain, meski sebagiannya sepakat dengan Sartre yang mengatakan, "Sarapan bersama orang lain adalah neraka""" Lebih tepatnya, introvert adalah mereka yang merasa bahwa orang lain itu adalah sesuatu yang melelahkan.sumber tulisan dari sini 

okelah ya, daripada makin bingung, anggap aja aku introvert. bukan karena aku ga suka sarapan bareng orang lain kayak kata Pak Sartre (yang diatas itu..), tapi karena menurutku, berbagi masalah dengan orang lain yang belum tentu tepat, hanya akan menimbulkan keburukan. di satu sisi, mereka akan merasakan beban kita, ikut memikirkan dan akhirnya kita hanya merepotkan bahkan menyusahkan. di sisi lain, siapa yang tahu kalo orang itu adalah orang yang tepat untuk bercerita, siapa yang tau kalau nanti cerita kita malah disebarluaskan atau siapa yang bakal jamin kalau kita cerita bakal dapet solusinya.
nah, lain halnya kalau yang kita bagi/ceritakan adalah hal-hal yang bermanfaat, utamanya hal-hal yang membuat orang lain senang dan bahagia.

aku rasa, satu senyum indah mereka, cukup ampuh menghapus beribu perih dalam peti hatiku.